Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial kepada 43 jiwa warga asal Aceh Tengah yang terlantar dan tertahan di Kota Banda Aceh. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan sosial dan membutuhkan penanganan darurat.
Penyaluran bantuan dilakukan setelah adanya laporan terkait kondisi warga yang tidak dapat melanjutkan perjalanan pulang akibat keterbatasan ekonomi dan persoalan sosial lainnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Dra. Sukmawati, M.AP mengatakan pihaknya segera melakukan pendataan dan asesmen setelah menerima informasi mengenai keberadaan puluhan warga tersebut.
“Begitu mendapatkan laporan, tim langsung turun melakukan pendataan dan memastikan kebutuhan dasar warga yang terlantar dapat terpenuhi,” ujar Sukmawati.
Menurutnya, bantuan yang diberikan meliputi makanan, kebutuhan logistik dasar, serta pendampingan sosial selama proses penanganan berlangsung. Dinas Sosial juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal dan pihak terkait lainnya guna mencari solusi terbaik bagi warga terdampak.
Sukmawati menjelaskan, penanganan warga terlantar menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.
“Kami berupaya memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan pelayanan sosial yang layak sampai proses pemulangan atau penyelesaian masalahnya dapat dilakukan,” katanya.
Selain bantuan darurat, Dinas Sosial Banda Aceh juga melakukan pendekatan kemanusiaan dengan memastikan kondisi kesehatan dan kebutuhan kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lansia yang berada dalam rombongan tersebut.
Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam penanganan persoalan sosial masyarakat, termasuk terhadap warga terlantar yang membutuhkan bantuan dan pendampingan.
Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kondisi sosial warga yang mengalami kesulitan di tengah situasi darurat. (ADV)
Editor: Redaksi









