Banda Aceh – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan dukungan perangkat Early Warning System (EWS) kepada Pemerintah Kota Banda Aceh. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir rob maupun banjir kiriman di ibu kota Provinsi Aceh tersebut. Penyerahan perangkat sistem peringatan dini berbasis teknologi ini diterima langsung oleh Wali Kota Banda Aceh sebagai bagian dari penguatan sistem pengurangan risiko bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh mengonfirmasi bahwa perangkat EWS tersebut akan digunakan untuk mendukung pemantauan kondisi air secara lebih cepat dan akurat, terutama di kawasan pesisir dan wilayah yang rawan genangan.
Kepala BPBD Kota Banda Aceh, Cut Ahmad Putra, menyatakan bahwa dukungan perangkat dari BNPB ini menjadi langkah krusial dalam meningkatkan kapasitas daerah menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Perangkat Early Warning System ini sangat penting untuk mendukung upaya mitigasi bencana di Banda Aceh. Alat ini berfungsi mendeteksi lebih dini potensi banjir rob maupun banjir kiriman, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan dengan lebih cepat,” ujar Ahmad Putra.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Banda Aceh yang berada di kawasan pesisir membuat wilayah ini rentan terhadap banjir rob, terutama saat curah hujan tinggi dan terjadi pasang maksimum air laut. Selain itu, ancaman banjir kiriman dari wilayah hulu juga tetap menjadi perhatian serius pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemantauan yang mampu memberikan informasi cepat bagi petugas maupun masyarakat.
Nantinya, perangkat EWS ini akan diintegrasikan dengan sistem pemantauan dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Banda Aceh agar informasi peringatan dini dapat tersampaikan secara efektif.
“Kami berharap kehadiran alat ini dapat mengoptimalkan proses monitoring kondisi air. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan informasi peringatan lebih cepat sehingga risiko dampak bencana dapat dikurangi,” tambahnya.
Ahmad Putra menilai pemanfaatan teknologi merupakan salah satu langkah strategis yang terus diperkuat oleh pemerintah guna meningkatkan kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman bencana alam. Selain memasang alat, BPBD Kota Banda Aceh juga berkomitmen menggelar sosialisasi kepada masyarakat terkait mekanisme EWS agar warga paham langkah apa yang harus dilakukan saat menerima sinyal peringatan bahaya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Banda Aceh menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan BNPB dalam memperkuat sistem mitigasi di daerah. Bantuan ini dinilai sebagai wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung daerah rawan bencana agar menjadi lebih tangguh dan siap menghadapi situasi darurat.
Melalui kehadiran perangkat EWS ini, Pemkot Banda Aceh berharap sistem mitigasi dan penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif, sehingga keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin di tengah meningkatnya ancaman perubahan cuaca serta bencana hidrometeorologi. (ADV)
Editor: Redaksi









