Home / Aceh Besar / Pemerintah

Senin, 1 Juni 2026 - 07:36 WIB

Pemkab Aceh Besar Peringati Hari Lahir Pancasila

REDAKSI

Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti AMd S.I.Kom bertindak selaku Inspektur Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Senin (1/6/2026).FOTO/ PROKOPIM PEMKAB ACEH BESAR

Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti AMd S.I.Kom bertindak selaku Inspektur Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Senin (1/6/2026).FOTO/ PROKOPIM PEMKAB ACEH BESAR

Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Senin (1/6/2026). Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri, Setdakab Aceh Besar Bahrul Jamil SSos MSi, Danlanud Sultan Iskandar Muda Kol Pnb Suryo Anggoro M.Tr (Han), Wakapolres Aceh Besar Kompol Hadidin SH MH, Ketua Mahkamah Syariah Aceh Besar Yusnardi SHi MH, perwakilan Kodim 0101/KBA, unsur Forkopimda, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setdakab, Kepala OPD, dan para ASN/PPPK.

Adapun Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 tersebut Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti S.I.Kom dan Perwira Upacara Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan AP. Upacara tersebut juga dihadiri para Purna Paskibraka Aceh Besar tahun 2025.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti mengatakan, tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Baca Juga :  Tito: Ulama Kunci Penguatan Mental Korban Bencana di Aceh

Tema ini mempertegas bahwa nilai nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. “Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” katanya.

Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Baca Juga :  Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pengangkatan 88 CPNS Tahun 2024

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran Indonesia dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi Indonesia dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Indonesia ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, ia menitipkan Pancasila di tangan mereka. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita. “Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hadapi Kemarau, Plt Dirut PDAM Tirta Mountala Imbau Masyarakat Aceh Besar Bijak Gunakan Air

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Aceh Besar, Doddy Mulia ST MSi menjelaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut turut dihadiri Forkopimda, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setdakab, Kepala OPD, ASN/PPPK jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, serta para Purna Paskibraka Aceh Besar tahun 2025.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Baitul Mal Aceh Perkuat Sinergi Lewat Bimtek Kelembagaan

Aceh Besar

Jelang Penutupan Pendaftaran, Jufrizal Resmi Maju Lagi sebagai Calon Ketua PWI Aceh Besar

Aceh Besar

Wujudkan Lumbung Pangan Nasional, Aceh Besar Gelar Rapat Turun Sawah MT Gadu dan Rendengan Tahun 2025/2026

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Asisten II Sekdakab Aceh Besar Hadiri Penutupan Pendidikan Bintara TNI AD

Aceh Besar

Kadis Pertanian Aceh Besar Ikuti Rakor Monitoring Percepatan Optimalisasi Swasembada Pangan Nasional

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Usul Pemko Bayar BPJS untuk Pekerja Rentan

Aceh Besar

Wujudkan Generasi Emas, Dinkes Aceh Besar Fokus Turunkan Stunting

Aceh Besar

7 Pelaku Pesta Miras dan Pesta Seks di Aceh Besar Dicambuk