Home / Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:09 WIB

Pemerintah Alihkan Fokus Program Makan Bergizi Gratis ke Peningkatan Kualitas Layanan dan Tata Kelola

REDAKSI

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari. Pemerintah tengah mengkaji skema insentif berbasis kinerja dan penataan ulang tata kelola layanan MBG guna mengalihkan fokus program dari kuantitas menuju kualitas layanan yang lebih merata.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari. Pemerintah tengah mengkaji skema insentif berbasis kinerja dan penataan ulang tata kelola layanan MBG guna mengalihkan fokus program dari kuantitas menuju kualitas layanan yang lebih merata.

Jakarta – Setelah berhasil mengembangkan jaringan pelaksana program secara pesat di berbagai daerah, pemerintah kini mulai mengalihkan fokus Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada peningkatan kualitas layanan. Langkah strategis ini dilakukan melalui pembenahan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal oleh para penerima.

​Berdasarkan tahap evaluasi terbaru, pemerintah menilai bahwa penguatan kualitas operasional saat ini jauh lebih mendesak dibandingkan melakukan ekspansi atau menambah jumlah unit layanan baru. Upaya pembenahan ini mencakup penyempurnaan sistem insentif, penilaian kinerja, serta memperketat pengawasan terhadap standar operasional dan keamanan pangan.

​Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa sejumlah kebijakan baru tengah disiapkan oleh pemerintah untuk memastikan layanan MBG berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Polisi Memburu Terduga Pelaku Penembakan di Rest Area Tol Tangerang 4 Orang

​“Kami ingin memastikan layanan yang sudah berjalan dapat memberikan kualitas terbaik kepada masyarakat. Fokus berikutnya adalah peningkatan mutu dan efisiensi,” ujar Qodari.

​Moratorium Pembangunan Unit Baru

​Sebagai bagian dari strategi penataan ulang ini, pemerintah berencana untuk menghentikan sementara (moratorium) pembangunan SPPG baru. Kebijakan ini diambil guna memberikan ruang bagi evaluasi menyeluruh terhadap unit-unit pelayanan yang sudah beroperasi.

​Dengan adanya penundaan ini, pemerintah berharap seluruh sumber daya yang tersedia dapat difokuskan untuk memperkuat sistem pelayanan, meningkatkan kapasitas operasional, serta memperbaiki kualitas pengelolaan makanan bergizi bagi para siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya.

​Insentif Berbasis Kinerja

​Selain fokus pada operasional, skema insentif yang lebih terukur juga sedang dikaji oleh pemerintah. Dalam rancangan kebijakan baru tersebut, besaran insentif yang diberikan kepada SPPG tidak lagi hanya dihitung berdasarkan jumlah penerima manfaat yang dilayani, melainkan juga mempertimbangkan kualitas layanan yang diberikan.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Tertinggi Sementara di G20

​Pendekatan baru ini dinilai akan menjadi stimulus positif yang mendorong setiap unit layanan untuk terus menjaga dan meningkatkan standar pelayanan mereka ke tingkat tertinggi.

​Penerapan Sistem Grading

​Salah satu terobosan penting yang sedang dipersiapkan adalah penerapan sistem grading atau pengelompokan kelas berdasarkan performa masing-masing SPPG. Melalui mekanisme ini, setiap unit akan dievaluasi secara berkala berdasarkan indikator pelayanan yang ketat.

​Indikator penilaian tersebut meliputi:

​Kelengkapan fasilitas layanan.

​Kepatuhan terhadap prosedur operasional standar.

​Kualitas proses pengolahan makanan.

​Penerapan standar kebersihan (higiene) dan kesehatan.

​SPPG yang berhasil meraih capaian terbaik berpotensi mendapatkan insentif yang lebih besar. Sebaliknya, unit layanan yang dinilai masih memerlukan perbaikan akan mendapatkan pendampingan khusus agar kualitas layanannya dapat meningkat.

Baca Juga :  Simpati Lintas Budaya, 1.520 Penari Ratoh dari Berbagai Latar Belakang Galang Dana untuk Aceh di Jakarta

​Pengawasan Mutu Pangan Diperketat

​Guna memastikan setiap makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi, keamanan, dan kebersihan yang telah ditetapkan, pemerintah dipastikan akan memperkuat sistem pengawasan di lapangan. Penguatan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan kualitas pangan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG yang merupakan salah satu agenda strategis nasional.

​Perubahan orientasi pemerintah dari kuantitas menuju kualitas ini mendapat tanggapan positif dari pengamat. Langkah ini dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program dalam jangka panjang. Jika proses pembenahan dan sistem evaluasi berkala ini berjalan sesuai rencana, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga mampu menghadirkan layanan pangan bergizi yang aman, berkualitas, dan efisien secara merata di seluruh wilayah.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Kembali Gelar Jum,at Berkah di Puncak Jaya

Nasional

Wagup Aceh Turut Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penenganan Pengungsi Aceh Tamiang

Berita

Dansatgas 112/DJ Tinjau Pembangunan Aula Serbaguna Dan Berikan Sembako Untuk Pererat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat Di Papua Tengah

Nasional

Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah Minggu, Warga Sinak Berdoa dengan Tenang

Nasional

Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi 

Nasional

Patroli Sambang Polsek Ternate, Lapas Perempuan Ternate Dipastikan Aman dan Kondusif

Ekbis

Update Harga Emas di Pegadaian Senin 6 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24

Nasional

Senator Aceh: Tukin Dosen ASN Harus Disegerakan, Ini Darurat