Palu — Aktivitas kegempaan di Sulawesi Tengah masih menunjukkan dinamika yang tinggi pascagempa kuat berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada pertengahan Juni 2026. Rentetan gempa susulan ini memicu perhatian serius karena berdampak pada kondisi psikologis warga dan meningkatkan risiko terhadap bangunan yang sudah retak atau rusak.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan hingga 21 Juni 2026, aktivitas seismik di wilayah tersebut masih berlangsung secara aktif.
“Jumlah gempa susulan yang terdeteks mencapai 1.176 kejadian dengan kekuatan yang beragam,” ujar Djati.
Statistik Gempa Susulan
Berdasarkan data yang dihimpun dari BMKG, berikut adalah rincian aktivitas gempa susulan yang terjadi:
Total Kejadian: 1.176 gempa susulan.
Magnitudo Terbesar: M 5,3.
Magnitudo Terkecil: M 1,4.
Karakteristik: Sebagian besar berada pada rentang kecil hingga menengah dengan kedalaman dangkal (kurang dari 10 kilometer), sehingga puluhan guncangan sempat dirasakan langsung oleh masyarakat di permukaan.
BMKG menegaskan bahwa fenomena ini merupakan proses alamiah untuk melepaskan sisa energi pascagempa utama. Mengingat potensi gempa susulan yang masih terbuka, Djati mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum terverifikasi.
“Yang terpenting adalah tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa sebelumnya,” katanya.
Data Kerusakan Fisik dan Dampak Korban (BPBD Sigi)
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi terus melakukan pendataan terkait dampak kerusakan dan korban di wilayah yang dekat dengan pusat aktivitas gempa.
1. Kerusakan Infrastruktur Rumah
Total rumah warga yang mengalami kerusakan mencapai 2.335 unit, dengan rincian kategori sebagai berikut:
Kategori KerusakanJumlah Rumah
Rusak Ringan1.955 unit
Rusak Sedang226 unit
Rusak Berat154 unit
Total2.335 unit
2. Dampak Terhadap Warga
Bencana ini secara langsung memengaruhi ribuan jiwa di Kabupaten Sigi. Berikut adalah data korban berdasarkan laporan terbaru BPBD:
Warga Terdampak: 8.586 jiwa (2.775 Kepala Keluarga).
Korban Meninggal Dunia: 3 orang.
Korban Luka Berat: 17 orang.
Korban Luka Ringan: 108 orang.
Upaya Penanganan dan Mitigasi Berkelanjutan
Saat ini, tim gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan asesmen lanjutan guna memastikan pemenuhan kebutuhan bantuan serta langkah pemulihan pascabencana. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus mengoptimalkan penanganan darurat, yang meliputi:
Distribusi bantuan logistik.
Layanan kesehatan.
Dukungan psikososial (trauma healing) bagi warga di lokasi terdampak.
Di sisi lain, para ahli kebencanaan serta BMKG mengingatkan kembali pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mitigasi mandiri. Edukasi mengenai prosedur penyelamatan diri, pemahaman jalur evakuasi, serta penentuan titik kumpul aman dinilai menjadi faktor krusial guna menekan risiko korban jiwa maupun kerugian material secara maksimal di masa depan.
Editor: Redaksi









