Aceh Besar – Suasana di Gampong Mata’ie, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Warga berkumpul bersama dalam balutan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan. Anak-anak tampak ceria berlarian di sekitar lokasi kegiatan, sementara para tokoh masyarakat dan warga duduk berdampingan, menunggu dimulainya pertemuan yang telah lama dinantikan.
Di tengah kehangatan tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Munawar AR yang akrab disapa Ngohwan, hadir di tengah-tengah mereka untuk melaksanakan kegiatan reses pada Minggu 07 Juni 2026.
Bagi sebagian masyarakat setempat, kehadiran wakil rakyat setelah pesta demokrasi usai menjadi momen yang sangat istimewa. Tidak sedikit warga yang menilai kehadiran ini sebagai bukti nyata bahwa hubungan silaturahmi antara masyarakat dan wakilnya di parlemen tetap terjaga dengan baik.
Sentuhan Kepedulian Sosial untuk Anak Yatim
Agenda reses kali ini ternyata tidak sekadar menjadi wadah formalitas untuk menyerap aspirasi. Di sela-sela pertemuan tatap muka tersebut, Ngohwan meluangkan waktu untuk menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim di gampong setempat.
Senyum yang menghiasi wajah para anak penerima santunan seolah menambah kehangatan di tengah jalannya acara. Bagi warga yang hadir, perhatian tulus terhadap anak-anak yatim ini menyampaikan pesan mendalam bahwa pembangunan sejatinya bukan hanya soal fisik infrastruktur, melainkan juga tentang kepedulian sosial terhadap sesama.
Setelah berdialog dengan masyarakat, perhatian Munawar AR langsung tertuju pada sebuah ruas jalan penting yang menghubungkan Gampong Mata’ie dengan Gampong Baroh. Jalan tersebut selama ini menjadi urat nadi utama bagi aktivitas harian warga setempat. Setiap harinya, jalur ini dilalui masyarakat yang berangkat bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga anak-anak yang menuju ke sekolah.
Meski memegang peran yang sangat krusial, kondisi jalan tersebut masih menjadi harapan yang terus diperjuangkan oleh masyarakat agar bisa lebih layak. Oleh karena itu, kabar baik yang dibawa oleh Munawar langsung disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan jalan penghubung antar-desa tersebut telah resmi diusulkan melalui program Pokok Pikiran (Pokir) dewan dan direncanakan akan segera ditangani pada Tahun Anggaran 2026 ini.
“Insya Allah, jalan penghubung antara Gampong Mata’ie dan Gampong Baroh akan kita bangun melalui pokok pikiran yang telah kita usulkan sebelumnya. Ini merupakan salah satu aspirasi masyarakat yang terus kami perjuangkan,” ujar Ngohwan di hadapan warga.
Pernyataan tersebut menjadi secercah harapan baru bagi masyarakat yang telah lama menantikan perbaikan akses jalan tersebut. Infrastruktur yang memadai diyakini akan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.
Namun, Munawar juga mengingatkan bahwa proses eksekusi pembangunan nantinya membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Aktivitas alat berat dan pekerjaan konstruksi di lapangan kemungkinan akan menimbulkan gangguan sementara bagi kenyamanan warga. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak akan berjalan sukses tanpa adanya kerja sama yang baik antara pihak pemerintah, legislatif, dan masyarakat.
Apresiasi dari Perangkat Desa
Pesan untuk saling mendukung ini juga disampaikan secara khusus kepada Keuchik (Kepala Desa) Gampong Mata’ie agar seluruh unsur desa dapat ikut mengawal proses pembangunan fisik tersebut hingga tuntas.
Di tengah pertemuan yang berlangsung hangat itu, Keuchik Gampong Mata’ie, Evan Arisandi, mengaku merasa terharu atas kunjungan kerja ini. Baginya, tidak semua wakil rakyat mau kembali hadir menemui konstituennya di lapangan setelah masa pemilihan selesai. Kehadiran Ngohwan dinilainya sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap mandat dan kepercayaan yang telah dititipkan oleh masyarakat.
“Beliau datang kembali setelah pemilihan. Ini menunjukkan bahwa silaturahmi dan kepedulian kepada masyarakat tidak berhenti setelah pesta demokrasi selesai,” ungkap Evan dengan penuh apresiasi.
Bagi warga Mata’ie, kunjungan ini melampaui sekadar agenda formal reses. Di pertemuan itu, tersimpan harapan akan akses jalan yang lebih baik, mobilitas yang lebih mudah, serta perhatian yang terus mengalir ke tingkat gampong. Melalui dialog yang interaktif ini, warga merasa memiliki ruang untuk menyuarakan kebutuhan riil yang mereka rasakan sehari-hari.
Di penghujung kegiatan, Ngohwan kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat Aceh Besar, khususnya di sektor infrastruktur. Bagi politisi PKB ini, setiap aspirasi dan harapan yang disampaikan oleh warga adalah sebuah amanah yang wajib diperjuangkan di tingkat provinsi. [Adv]
Editor: Redaksi









