Banda Aceh — Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, melakukan peninjauan lapangan (survei) ke sejumlah titik krusial di wilayah Kota Banda Aceh pada Sabtu (06/06/2026). Langkah ini diambil untuk melihat langsung progres dan kondisi riil pembangunan saluran drainase (saluran air) serta infrastruktur jalan guna mengantisipasi genangan air dan memastikan kenyamanan mobilitas warga.
Turut didampingi oleh tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh serta tokoh masyarakat setempat, Daniel menyusuri kawasan-kawasan yang selama ini kerap dilaporkan warga mengalami sumbatan air saat intensitas hujan tinggi.
Memastikan Kualitas Proyek dan Antisipasi Banjir Genangan
Di lokasi peninjauan, Daniel Abdul Wahab berdialog langsung dengan para pekerja proyek dan masyarakat sekitar. Ia menegaskan bahwa pembangunan drainase harus dilakukan secara cermat dengan memperhitungkan kemiringan dan konektivitas antarsaluran agar aliran air lancar menuju pembuangan akhir.
“Kita tidak ingin proyek ini hanya sekadar jadi, lalu tahun depan rusak atau malah menyisakan masalah baru. Saluran drainase ini adalah urat nadi tata air kota. Jika pengerjaannya asal-asalan, warga yang akan menerima dampaknya berupa banjir genangan (run-off),” ujar Daniel Abdul Wahab di sela-sela survei.
Selain drainase, Daniel juga menyoroti beberapa titik pengaspalan jalan yang dinilai perlu percepatan penyelesaian agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan meminimalisir risiko kecelakaan.
Catatan Penting dari Hasil Survei Lapangan
Dari hasil peninjauan di beberapa titik, Daniel merangkum beberapa catatan kritis yang harus segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait:
Konektivitas Saluran: Masih ditemukan saluran sekunder yang belum terhubung secara sempurna dengan saluran primer (utama), sehingga air berpotensi meluap di area pemukiman.
Pembersihan Sedimen: Meminta Dinas PUPR untuk segera mengeruk sedimen lumpur dan sampah yang menumpuk di saluran-saluran tua.
Ketepatan Waktu Pengaspalan: Mendesak kontraktor pelaksana untuk mempercepat pengerjaan marka dan perbaikan bahu jalan pasca-pengaspalan agar jalan aman dilalui.
Dukungan dan Pengawasan Melekat dari Parlemen
Sebagai pimpinan legislatif yang membidangi koordinasi pengawasan infrastruktur, Daniel menegaskan bahwa DPRK Banda Aceh akan terus melakukan pengawasan melekat terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Kota (APBK) agar setiap rupiah yang dikucurkan benar-benar berdampak pada kesejahteraan warga.
Kunjungan kerja lapangan yang berlangsung hingga sore hari ini diakhiri dengan komitmen bersama dari pihak dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan teknis berdasarkan temuan di lapangan, demi mewujudkan infrastruktur Kota Banda Aceh yang modern, bersih, dan bebas banjir.
Editor: Redaksi









