Home / Parlementarial

Rabu, 29 April 2026 - 08:18 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Hadiri Penutupan FESiar 2026: Momentum Emas Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah di Serambi Mekkah

REDAKSI

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah hadir tutup Festival Ekonomi Syariah (FESiar) 2026 KPwBI Provinsi Aceh, Rabu 29/4/2026.

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah hadir tutup Festival Ekonomi Syariah (FESiar) 2026 KPwBI Provinsi Aceh, Rabu 29/4/2026.

Banda Aceh — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, menghadiri acara penutupan Festival Ekonomi Syariah (FESiar) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh pada Rabu (29/04/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi panggung penegasan komitmen bersama dalam memperluas dan memperkuat ekosistem ekonomi berbasis nilai-nilai syariah di Ibu Kota Provinsi Aceh.

Festival tahunan yang mempertemukan berbagai pelaku usaha, akademisi, lembaga keuangan, serta pemangku kebijakan ini dinilai sebagai momentum krusial. Kehadiran Irwansyah di lokasi acara menegaskan dukungan penuh dari lembaga legislatif kota terhadap transformasi ekonomi daerah yang menyeluruh dan inklusif berlandaskan koridor syariat.

Sinergi Menuju Kedaulatan Ekonomi Berbasis Syariah

Dalam kesempatan tersebut, Irwansyah menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Bank Indonesia atas konsistensinya dalam mengawal pembentukan ekosistem ekonomi syariah di Aceh, khususnya di Banda Aceh. Menurutnya, festival ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan jembatan riil bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas sekaligus mengadopsi sistem keuangan yang adil dan transparan.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi Komisi II DPRA: Fokus Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Aceh

“Kehadiran kita semua di sini, khususnya dalam penutupan FESiar ini, merupakan refleksi dari komitmen kolektif. Banda Aceh bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi harus menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi syariah yang sehat, modern, dan tangguh di Indonesia,” ujar Irwansyah di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa DPRK Banda Aceh siap memberikan penguatan dari sisi regulasi dan kebijakan anggaran yang pro-rakyat demi mendukung digitalisasi dan standardisasi halal di sektor UMKM. Langkah ini dipandang penting guna merespons tantangan ekonomi global dengan memanfaatkan keunggulan lokal yang bernilai religius.

Baca Juga :  DPRA Dukung Pembentukan LPPD Syariah, Dorong Ekosistem Keuangan Daerah yang Inklusif

Penguatan Ekosistem Halal dan Literasi Keuangan

Selama penyelenggaraan festival, Bank Indonesia berhasil menggerakkan berbagai program strategis, mulai dari edukasi literasi keuangan syariah, fasilitasi sertifikasi halal gratis, hingga pameran produk-produk unggulan dari pesantren dan UMKM binaan.

Pihak Bank Indonesia menekankan bahwa penguatan ekosistem ekonomi syariah memerlukan pilar-pilar kokoh yang saling terhubung:

Sektor Keuangan: Akses pembiayaan syariah yang semakin mudah bagi pelaku usaha mikro.

Sektor Riil: Akselerasi rantai pasok halal (halal value chain) dari hulu hingga ke hilir.

Pemberdayaan Ekonomi Pesantren: Mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas dayah (pesantren) di Aceh.

Irwansyah menilai, keterlibatan aktif semua pihak dalam FESiar membuktikan bahwa ekonomi syariah bukanlah sistem yang eksklusif, melainkan sebuah model ekonomi universal yang menawarkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  DPRA Selesaikan Pembahasan Qanun Baitul Mal, Siap Disahkan

Harapan Pasca-Festival

Menutup pernyataannya, Ketua DPRK Banda Aceh berharap agar sinergi yang telah terbangun selama festival ini tidak berhenti saat penutupan acara saja. Ia mendorong adanya tindak lanjut berupa program-program pendampingan berkelanjutan bagi para pelaku usaha lokal.

“FESiar 2026 boleh berakhir, tetapi implementasi dan semangat untuk membumikan ekonomi syariah harus terus berjalan di pasar-pasar kita, di warung-warung kopi kita, dan dalam setiap transaksi digital warga Kota Banda Aceh. Kami di DPRK akan terus mengawal agar ekosistem ini tumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Irwansyah.

Acara penutupan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Banda Aceh, perwakilan perbankan syariah, tokoh ulama, serta para pelaku industri kreatif yang berkomitmen menjaga keberlangsungan tren positif ekonomi syariah di bumi Serambi Mekkah. (Adv)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Polemik Anggaran JKA 2026: DPRA Desak Program Tetap Jalan, Pemerintah Aceh Mulai Batasi Kepesertaan

Parlementarial

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Soroti Peran Strategis Majlis Taklim

Parlementarial

Anggota DPRA Muhammad Rizky Minta BNPB Perhatikan Korban Banjir Penyewa Rumah di Aceh Tamiang

Parlementarial

DPRA dan Pemerintah Aceh Sepakati KUA–PPAS APBA 2026

Parlementarial

Harga Semen Melambung Tinggi, Komisi III DPRA Desak Pemerintah Pastikan Tak Ada Permainan Harga

Parlementarial

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Jadi Keynote Speaker Seminar Internasional di UIN SU

Parlementarial

Ini Lima Anggota Badan Kehormatan Dewan DPR Aceh Periode 2024-2029

Parlementarial

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Apresiasi MTsN 1 Model Masuk Top 10 Nasional