Banda Aceh — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam kegiatan International Joint Seminar & Call For Papers 2026 yang digelar di Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN Sumatera Utara, Senin (18/5/2026).
Seminar internasional tersebut mengangkat tema: “Suara Anak Muda: Membangun Pendidikan Demokrasi Indonesia Melalui Gagasan Inovatif, Humanis, dan Religius.”
Kegiatan ini menjadi forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, dosen, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemerhati sosial. Tujuan utamanya adalah untuk bertukar gagasan serta hasil penelitian dalam membangun pendidikan demokrasi yang inklusif, progresif, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan serta religiusitas.
Dalam seminar tersebut, Dr. Musriadi menyampaikan gagasan terkait pentingnya peran generasi muda dalam menjawab tantangan pendidikan Indonesia di era digital melalui komunikasi, inovasi, serta penguatan nilai humanis dan religius.
“Generasi muda saat ini memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan era digital,” kata politisi PAN ini.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, memperkuat komunikasi, serta menanamkan nilai-nilai humanis dan religius kepada generasi muda.
“Anak muda harus menjadi motor perubahan. Mereka harus mampu menghadirkan inovasi, membangun komunikasi yang baik, dan tetap menjunjung tinggi nilai moral serta religius di tengah perkembangan zaman,” ujar Musriadi.
Selain Musriadi, seminar internasional yang dipandu oleh Januari Riki Efendi (mahasiswa Magister Pemikiran Politik Islam FUSI UIN Sumatera Utara) ini juga menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh pendidikan dari dalam dan luar negeri, di antaranya:
- Aminuddin (Direktur Pusat Kajian Politik dan Pemerintahan [Puskapol] FUSI UIN Sumatera Utara)
- Ridwan Nasution (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sumatera Utara)
- Jalaluddin (Wakil Rektor Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh)
- S Maartandan Supplah & Naufal Rifqi Nasution (Akademisi Universiti Utara Malaysia)
Panitia seminar menjelaskan bahwa kegiatan ini juga membuka Call For Papers bagi para peneliti dan akademisi dengan berbagai subtema multidisipliner, mulai dari:
- Ilmu politik dan pendidikan
- Al-Qur’an dan hadis
- Kewarganegaraan, hukum, dan HAM
- Komunikasi digital
- Ekonomi syariah dan lingkungan hidup
Peserta seminar akan memperoleh berbagai manfaat seperti sertifikat internasional, kesempatan publikasi ilmiah, hingga penghargaan Best Paper Award. Panitia juga memberikan fasilitas publikasi gratis bagi penulis yang melakukan kolaborasi lintas negara.
Melalui forum ilmiah internasional ini, panitia berharap dapat melahirkan berbagai gagasan konstruktif dalam membangun masa depan pendidikan demokrasi Indonesia yang lebih inovatif, humanis, dan religius.(*)
Editor: Redaksi









