Home / PT.Andalas

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:43 WIB

Uang Rupiah Tak Layak Edar Disulap Jadi Energi Ramah Lingkungan, Bank Indonesia dan Solusi Bangun Andalas Kolaborasi di Aceh

REDAKSI

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini (kiri), secara simbolis menyerahkan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) kepada General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, di Andalas Hall, Lhoknga, Aceh Besar, Kamis (30/7/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini (kiri), secara simbolis menyerahkan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) kepada General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, di Andalas Hall, Lhoknga, Aceh Besar, Kamis (30/7/2026).

Lhoknga – Uang Rupiah yang dimusnahkan karena tidak lagi layak edar kini memiliki “kehidupan kedua” sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan 30/7/2026. Melalui kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dan PT Solusi Bangun Andalas, Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) hasil pemusnahan uang dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen melalui teknologi co-processing.

Sebagai langkah awal implementasi kerja sama tersebut, Bank Indonesia Provinsi Aceh menyerahkan sekitar lima ton LRUK kepada Solusi Bangun Andalas melalui unit pengelolaan limbah Nathabumi yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, untuk mendukung proses produksi semen yang lebih efisien dan rendah emisi. Serah terima dilakukan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini kepada General Manager Solusi Bangun Andalas R. Adi Santosa di Andalas Hall, Lhoknga, Kamis (30/7).

Baca Juga :  Manfaatkan 172 Ribu Ton RDF, Kontribusi Solusi Bangun Indonesia Tekan Emisi Karbon dan Atasi Darurat Sampah Nasional

General Manager Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, mengatakan bahwa pemanfaatan LRUK menjadi bukti bahwa limbah yang selama ini dipandang tidak bernilai dapat diubah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung transisi industri menuju ekonomi sirkular.

“Kolaborasi dengan Bank Indonesia ini menunjukkan bahwa tantangan pengelolaan limbah dapat diubah menjadi peluang untuk menciptakan manfaat nyata bagi lingkungan. Melalui pemanfaatan LRUK sebagai bahan bakar alternatif, Solusi Bangun Andalas tidak hanya mendukung pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, tetapi juga memperkuat penerapan ekonomi sirkular, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, serta mendukung transisi menuju industri semen yang semakin rendah emisi,” ujar R. Adi Santosa.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memastikan pengelolaan uang Rupiah yang tidak layak edar dilakukan secara aman, akuntabel, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Selenggarakan Seminar Kebencanaan,  Solusi Bangun Andalas Perkuat Kesiagaan dan Respons Keadaan Darurat

“Pemanfaatan LRUK merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia memastikan pengelolaan uang Rupiah yang tidak layak edar dilakukan secara aman, akuntabel, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan Solusi Bangun Andalas, limbah hasil pemusnahan uang kini memiliki nilai tambah sebagai sumber energi alternatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan,” kata Agus Chusaini.

LRUK merupakan limbah yang berasal dari penghancuran uang Rupiah lusuh, rusak, cacat, atau yang telah ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia. Di Solusi Bangun Andalas, limbah tersebut dimanfaatkan melalui teknologi co-processing, yakni metode pemanfaatan limbah menggunakan tanur semen bersuhu tinggi dan stabil hingga mencapai sekitar 1.500 derajat Celsius. Pada suhu tersebut, limbah termanfaatkan secara optimal sebagai bahan bakar alternatif tanpa meninggalkan residu, sekaligus mampu mengolah berbagai jenis limbah yang tidak dapat didaur ulang melalui metode konvensional.

Baca Juga :  Solusi Bangun Andalas dan Insan Pers Aceh Perkuat Silaturahmi dalam Cahaya Ramadan

Berdasarkan kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), LRUK memiliki nilai kalor sekitar 3.210 kkal per kilogram sehingga memenuhi persyaratan sebagai bahan bakar alternatif di industri semen. Pemanfaatannya mendukung strategi waste-to-energy PT Solusi Bangun Indonesia Tbk sekaligus memperkuat komitmen Bank Indonesia dalam menerapkan prinsip zero waste pada pengelolaan uang Rupiah yang telah dimusnahkan.

Kolaborasi ini menjadi salah satu contoh sinergi antara sektor keuangan dan industri dalam mengembangkan solusi inovatif pengelolaan limbah yang tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif untuk mendukung pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular di Indonesia.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

PT.Andalas

Laba Kuartal I Melonjak 111%, Solusi Bangun Indonesia Jaga Momentum Pertumbuhan di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik

PT.Andalas

Gugatan Koperasi Syariah Semen Andalas Ditolak, Pengadilan Negeri Jantho Nilai Prematur

PT.Andalas

Manfaatkan 172 Ribu Ton RDF, Kontribusi Solusi Bangun Indonesia Tekan Emisi Karbon dan Atasi Darurat Sampah Nasional

PT.Andalas

Selenggarakan Seminar Kebencanaan,  Solusi Bangun Andalas Perkuat Kesiagaan dan Respons Keadaan Darurat

Aceh

PT. Solusi Bangun Andalas Gelar FKM 2025, Ajak Masyarakat Evaluasi dan Tingkatkan Program CSR

PT.Andalas

Bagikan Dividen 329,3 M, Solusi Bangun Indonesia Lanjutkan Transformasi Bisnis

PT.Andalas

Solusi Bangun Andalas dan Insan Pers Aceh Perkuat Silaturahmi dalam Cahaya Ramadan

Aceh

Solusi Bangun Andalas Perluas Jangkauan Bantuan ke Lebih Banyak Warga Termasuk Wartawan di 18 Kabupaten Terdampak Banjir di Aceh