BANDA ACEH — Direksi dan Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar menyiapkan langkah strategis jangka pendek dan jangka panjang guna mengatasi dampak kekeringan, demi memastikan pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan maksimal.
Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar, T. Abulis Samarkhan, menyampaikan di Lambaro pada Rabu bahwa seluruh penanganan ini dilaksanakan sesuai arahan Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris selaku KPM Perumdam Tirta Mountala.
Strategi Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Sebagai solusi jangka pendek di wilayah terdampak kesulitan air bersih, distribusi air dilakukan menggunakan truk tangki ke wilayah pelayanan Cabang Darul Imarah serta sejumlah lokasi lainnya berdasarkan laporan dan pengaduan masyarakat.
Untuk jangka panjang, Perumdam Tirta Mountala merencanakan pengembangan jaringan distribusi induk yang terintegrasi melalui interkoneksi antarcabang, mulai dari Indrapuri, Siron, hingga Darul Imarah. Sistem tersebut diharapkan memungkinkan antar-IPA saling terkoneksi dan mendukung distribusi air ke wilayah yang mengalami gangguan, termasuk kawasan Mata Ie dan sekitarnya.
Dukungan Pusat dan Sinergi Lintassektor
Dewan Pengawas bersama Direksi terus membangun komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPBPK serta anggota DPR RI asal Aceh—di antaranya Nazaruddin (Dek Gam), Ghufran Zainal Abidin, Ruslan M Daud, dan Irmawan—untuk mendorong dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan infrastruktur air minum di Aceh Besar.
Pada tahun 2026, Aceh Besar memperoleh dukungan pembangunan SPAM IKK Seulimeum berkapasitas 40 liter per detik. Proyek ini diharapkan mampu memperluas pelayanan air bersih dari Seulimeum hingga Kuta Cot Glie, khususnya bagi masyarakat yang selama ini belum memperoleh layanan secara optimal.
T. Abulis berharap sinergi antara Pemkab Aceh Besar, Perumdam Tirta Mountala, Pemerintah Aceh, dan pemerintah pusat terus diperkuat agar SPAM baru dapat dikembangkan di wilayah lain seperti Ingin Jaya dan Sukamakmur. Ia juga optimistis Perumdam Tirta Mountala ke depan mampu membangun dan mengembangkan infrastruktur air minum secara mandiri melalui penguatan finansial, perencanaan matang, dan pembenahan internal manajemen.
Guna menjaga kelancaran layanan, masyarakat diajak untuk ikut mengawasi dan melaporkan aktivitas ilegal agar penertiban dapat dilakukan lebih cepat.
Editor: Redaksi









