Home / Aceh / Ekonomi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Ekonomi Aceh Triwulan II-2026 Tumbuh 4,86 Persen Ditopang Sektor Konstruksi dan Konsumsi

REDAKSI

Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh mencatat perekonomian Aceh pada Triwulan II-2026 tumbuh 4,86 persen secara tahunan atau year-on-year, naik dari 4,09 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh mencatat perekonomian Aceh pada Triwulan II-2026 tumbuh 4,86 persen secara tahunan atau year-on-year, naik dari 4,09 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat perekonomian Aceh pada Triwulan II-2026 tumbuh positif sebesar 4,86 persen secara tahunan (year-on-year / yoy). Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,09 persen.

Secara triwulanan (quarter-to-quarter/ q-to-q), ekonomi Aceh juga mengalami pemulihan dengan tumbuh sebesar 3,77 persen, setelah sempat mengalami kontraksi pada triwulan sebelumnya.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas signifikan pada sektor produksi maupun konsumsi.

Baca Juga :  Forkopimda Aceh Lepas Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026 di Terminal Batoh, Fasilitasi Ribuan Pemudik

Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Sisi Produksi:

  • Peningkatan hasil peternakan sapi dan kerbau bertepatan dengan momen Idul Adha.
  • Kenaikan penjualan semen untuk proyek konstruksi, produksi batu bara, serta pengilangan migas di PAG.
  • Peningkatan aktivitas akomodasi, transportasi, dan perdagangan yang didorong libur nasional serta kelancaran suplai produk domestik dan impor.

Sisi Konsumsi & Eksternal:

  • Penguatan daya beli masyarakat menyambut hari besar keagamaan.
  • Pencairan stimulus Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi ASN.
  • Lonjakan pengeluaran sektor pendidikan menjelang tahun ajaran baru (PPDB, daftar ulang, dan perlengkapan sekolah).
  • Pertumbuhan konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) akibat penyaluran bantuan pasca-banjir serta pengelolaan kurban.
  • Dampak signifikan Program Makan Bergizi Gratis pada konsumsi individu dan pemerintah.
  • Peningkatan ekspor luar negeri sejalan dengan tingginya volume ekspor batu bara.
Baca Juga :  Hadiri Musda JMSI Aceh, Sekda Aceh Minta Media Beri Kritikan Kontrukstif

Struktur Ekonomi dan Nilai PDRB

Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), nilai perekonomian Aceh mencatatkan:

  • Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB): Rp69,69 triliun.
  • Atas Dasar Harga Konstan (ADHK):Rp41,46 triliun.
Baca Juga :  RSUDZA Sukses Jalankan Operasi Cerebrovascular Pertama di Aceh, Sekda Apresiasi Dukungan Menkes RI

Struktur ekonomi Aceh masih didominasi oleh lima sektor utama:

1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 31,16%

2. Perdagangan Besar dan Eceran: 15,35%

3.  Administrasi Pemerintahan:9,18%

4.  Konstruksi:8,88%

5. Transportasi dan Pergudangan: 7,12%

Dari segi laju pertumbuhan lapangan usaha, sektor konstruksi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 13,36 persen, disusul oleh sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 12,32 persen.

Di tingkat regional, Provinsi Aceh memberikan kontribusi sebesar 4,78 persen terhadap total perekonomian di Pulau Sumatera.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Karya Kreatif Indonesia 2026 Beudaya Meusare Sare, Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

Aceh

Jembatan Bailey Kutablang Resmi Difungsikan,kendaraan yang dibatasi maksimal 30 ton

Aceh

Sekda Aceh: Rakor dan Pameran Kriya Dekranasda Momentum Memperkuat Kerja Sama dan Pengembangan Kerajinan

Agama

Tokoh Agama Jateng Minta Maaf, Ceramah Soal Aceh Dilaknat Tuai Kecaman Publik

Aceh

Pimpin Upacara HUT Bank Aceh ke-52, Plt Sekda Harapkan Jadi Bank Daerah Nomor Satu di Indonesia 

Aceh

Kapolda Aceh Silaturahmi dengan Ketua DPRA, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas dan Dukung Pembangunan Daerah

Aceh

Mahasiswi Hafizah 30 Juz UIN Ar-Raniry Jadi Juara Orasi Tingkat Sumatera

Aceh

Rapat Darurat Penanganan Banjir Aceh: Komisi VIII DPR RI Desak Penetapan Status Bencana Nasional