Home / Aceh

Kamis, 5 November 2026 - 06:49 WIB

Wali Nanggroe Terima Menko Yusril, Bahas Kekhususan Aceh dan Penyelesaian Isu Bendera

REDAKSI

Wali Nanggroe Aceh, PYM Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar (kiri), menyambut kunjungan silaturahmi Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, dalam jamuan makan malam di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Rabu (4/11/2026) malam.

Wali Nanggroe Aceh, PYM Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar (kiri), menyambut kunjungan silaturahmi Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, dalam jamuan makan malam di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Rabu (4/11/2026) malam.

Banda Aceh — Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, menerima kunjungan silaturahmi Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Republik Indonesia, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, beserta istri dan delegasi, dalam jamuan makan malam di Meuligoe Wali Nanggroe, Rabu malam 4 November 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan kekhususan Aceh, keberlanjutan perdamaian, serta penyelesaian isu Bendera Aceh.

Usai pertemuan, Menko Yusril mengatakan bahwa sejumlah hal yang disampaikan Wali Nanggroe, terutama terkait bendera Aceh, akan ia teruskan langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

“Kami berdiskusi panjang lebar. Ada hal-hal yang disampaikan oleh Wali Nanggroe kepada saya, yang harus saya sampaikan kepada Presiden, terutama terkait bendera Aceh khususnya,” ujar Yusril.

Baca Juga :  Peringatan HKSJ Digelar di Aceh, Pemerintah Aceh Komitmen Perkuat Sistem Layanan Kesehatan Jiwa 

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Zulfikar Idris, mengatakan Wali Nanggroe menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari komunikasi konstruktif antara Pemerintah Republik Indonesia dan lembaga-lembaga kekhususan Aceh.

Dalam sambutannya, Wali Nanggroe menegaskan pentingnya menjaga perdamaian Aceh yang telah berlangsung lebih dari dua dasawarsa melalui penghormatan terhadap kesepakatan damai, kepastian hukum, dan hubungan yang saling menghormati antara Aceh dan pemerintah pusat.

“Yang kami harapkan bukan perlakuan istimewa di luar hukum, melainkan kepastian pelaksanaan kekhususan Aceh yang telah disepakati dalam perdamaian dan diakui dalam peraturan perundang-undangan Republik Indonesia,” kata Wali Nanggroe.

Penyelesaian Isu Bendera Aceh

Isu Bendera Aceh, yang pengaturannya telah dituangkan dalam Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, menjadi salah satu pokok bahasan utama.

Baca Juga :  Tim Kesehatan Gabungan TNI Relawan beri Pelayanan Medis dan Trauma Healing bagi Anak-anak Korban banjir di Bener Meriah

Lembaga Wali Nanggroe memandang persoalan ini perlu diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang tepat, dengan memperhatikan kekhususan Aceh, peraturan perundang-undangan nasional, serta semangat perdamaian.

Selain soal bendera, pertemuan juga menegaskan pentingnya pelaksanaan kekhususan Aceh secara konsisten sesuai Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Kedua landasan tersebut menjadi pijakan penyelenggaraan pemerintahan Aceh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wali Nanggroe berharap komunikasi dan dialog kelembagaan dengan pemerintah pusat terus diperkuat dan menghasilkan langkah-langkah konstruktif bagi kepentingan masyarakat Aceh.

Ucapan Selamat atas Gelar Doktor Kehormatan

Pada kesempatan yang sama, Wali Nanggroe menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra atas rencana penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, sebagai penghargaan atas kontribusi pemikirannya di bidang hukum, ketatanegaraan, dan kehidupan berbangsa.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh dan Kejati Aceh Teken Nota Kesepakatan Pidana Kerja Sosial ‎

Menko Yusril menyampaikan terima kasih kepada Wali Nanggroe atas sambutan dan kesempatan bersilaturahmi serta bertukar pandangan mengenai persoalan strategis Aceh.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E., beserta jajaran; Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadli; anggota Majelis Tuha Peut Wali Nanggroe Prof. Dr. Syahrizal Abbas; Staf Khusus Wali Nanggroe Bidang Diplomasi dan Kerja Sama Internasional Dr. Mohammad Raviq; serta istri dan anggota delegasi Menko Yusril Ihza Mahendra. []

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh

Kota Banda Aceh Raih Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi Badan Publik Provinsi Aceh Tahun 2025

Aceh

Peringatan HKSJ Digelar di Aceh, Pemerintah Aceh Komitmen Perkuat Sistem Layanan Kesehatan Jiwa 

Aceh

Tim Kesehatan Kodam IM Bergerak bantu Korban Banjir di Wilayah

Aceh

Polda Aceh Fasilitasi Audiensi Penyelesaian HGU Lahan Antara PT Bumi Flora dengan Masyarakat Aceh Timur

Aceh

Terus Bergerak Bantu Pemulihan, Solusi Bangun Andalas Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

Aceh

Polda Aceh Salurkan Bantuan Beras untuk Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Aceh

Polresta Banda Aceh Olah TKP Dugaan Ledakan di KMP Aceh Hebat 2, 15 Korban Mengalami Luka Bakar

Aceh

persiapan Rakernas dan HUT ke-79 SPS Rampung, Gubernur Aceh akan Terima Anugerah Awards