Home / Pendidikan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Mahasiswa KPM UIN Nahrasiyah Edukasi Warga Kuala Keureuto Buat Eco-Enzyme dari Sampah Organik

REDAKSI

LHOKSUKON – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Kelompok 8 menggelar sosialisasi dan praktik pembuatan eco-enzyme melalui program Cipta Area Ramah Lingkungan (ECOCARE) di Gampong Kuala Keureuto, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (6/8/2026).

Program kerja bidang lingkungan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman warga terkait pengelolaan sampah organik rumah tangga. Melalui ECOCARE, sisa buah dan sayuran diolah kembali agar memiliki nilai guna.

Baca Juga :  Disdik Aceh Tegaskan Tidak Ada Biaya Pendaftaran Ulang SPMB 2025

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memaparkan materi, tetapi juga memperagakan langsung tahapan pembuatannya. Salah seorang warga, Nurlaila, dilibatkan secara langsung untuk mempraktikkan proses pembuatan eco-enzyme dengan pendampingan mahasiswa.

Pemateri kegiatan, Admiati, menjelaskan bahwa eco-enzyme merupakan hasil fermentasi bahan organik. Setelah melewati proses fermentasi dan pelarutan yang sesuai, cairan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai pendukung perawatan tanaman.

Baca Juga :  Bullying, Stunting, hingga Siaga Bencana Jadi Fokus Program Mahasiswa KKN USK di Cut Langien

Admiati menegaskan bahwa penggunaan pada tanaman harus menggunakan takaran pelarutan yang tepat, serta tidak ditujukan untuk menggantikan pupuk atau pestisida. Penjelasan ini diberikan agar warga memahami batas pemanfaatan eco-enzyme secara objektif tanpa klaim yang berlebihan.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme dari warga sekitar. Nurlaila mengaku mendapatkan wawasan baru dari sosialisasi tersebut.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Tekankan Budaya Kerja dan Evaluasi Sekolah sebagai Kunci Meningkatkan Mutu Pendidikan

“Sebelumnya saya belum mengetahui kalau sisa buah dan sayuran bisa diolah menjadi eco-enzyme. Setelah mengikuti praktik ini, ternyata prosesnya bisa dipelajari dan bahan-bahannya juga mudah ditemukan di rumah. Saya tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri,” ungkap Nurlaila.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Kuala Keureuto, Jailani, yang menyambut positif inisiatif dan kegiatan yang dibawakan oleh mahasiswa KPM tersebut.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

SMP Islam Gelar Cendikia Fair 2025

Berita

Bunda Literasi Aceh Besar Luncurkan Buku Cerita Anak

Pendidikan

Ketika Guru Kehilangan Jawaban: Krisis Kepercayaan di Balik Kewajiban Pajak

Berita

Disdik Aceh Dorong Prestasi Siswa OSN Lewat Kelas Lanjutan dan Komunitas Belajar

Berita

Kadisdik Aceh; Public Speaking dan Soft Skill Wajib Dimiliki di Dunia Profesional

Pemkab Aceh Besar

Tingkatkan Kompetensi Guru, Aceh Besar Gelar Diklat Deep Learning Bahasa Asing

Pendidikan

Sambut Ramadhan, Disdik Aceh Hadirkan Ragam Program: Siswa Diajak Tuangkan Resolusi Lewat Esai

Pendidikan

Perkuat Transparansi, Disdik Aceh Terima Kunjungan Monev dari Komisi Informasi Aceh