Home / Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Pemkab Aceh Besar Gali Jejak Peradaban Indrapurwa untuk Pusat Edukasi Generasi Muda

REDAKSI

Pemkab Aceh Besar melalui Disdikbud berkomitmen menggali kembali jejak peradaban sejarah Indrapurwa agar menjadi sumber pendidikan, penelitian, dan kebudayaan.

Pemkab Aceh Besar melalui Disdikbud berkomitmen menggali kembali jejak peradaban sejarah Indrapurwa agar menjadi sumber pendidikan, penelitian, dan kebudayaan.

BANDA ACEH — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat berkomitmen menggali kembali jejak peradaban sejarah Indrapurwa. Langkah ini dilakukan agar situs bersejarah tersebut dapat berkembang menjadi sumber pendidikan, penelitian, dan kebudayaan bagi generasi mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Aceh Besar, Agus Jumaidi, saat membuka Seminar Rekonstruksi Peradaban Sejarah Indrapurwa di Peukan Bada, Kamis.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berupaya sejarah Indrapurwa tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi berkembang menjadi sumber pendidikan, penelitian, dan kebudayaan bagi generasi mendatang,” ujar Agus Jumaidi.

Baca Juga :  Pemerintah Dorong Perluasan Pembelajaran Bahasa Prancis untuk Perkuat Daya Saing Global

Peran Penting Museum Indrapurwa

Agus menjelaskan bahwa lahirnya Museum Indrapurwa—yang diinisiasi langsung oleh masyarakat Peukan Bada—merupakan pijakan penting dalam menghidupkan kembali narasi sejarah daerah. Keberadaan museum ini berpotensi besar dikembangkan menjadi pusat pembelajaran sejarah dan kebudayaan, baik bagi masyarakat Aceh Besar maupun Aceh secara umum.

Baca Juga :  Bahas Syariat Islam, MPU Silaturahmi dengan Wali Kota Banda Aceh

Ia menekankan pentingnya dokumentasi, penelitian, dan rekonstruksi sejarah secara serius di tengah pesatnya perkembangan zaman agar generasi muda tidak kehilangan akar budayanya.

“Anak-anak kita hari ini adalah generasi Z dan ke depan akan ada generasi berikutnya. Mereka perlu mengetahui seperti apa Peukan Bada dan peradabannya 100, 200, bahkan 300 tahun yang lalu,” tegas Agus.

Warisan Sejarah dan Kolaborasi Lintas Lembaga

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal Buka Festival Kopi Koetaradja

Selain sejarah peradaban masa lalu, Agus juga menyoroti posisi Peukan Bada sebagai wilayah dengan rekam jejak historis penting, termasuk dampaknya saat bencana tsunami. Menurutnya, rekam jejak tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah yang wajib diteliti serta didokumentasikan dengan baik.

Adapun kegiatan Seminar Rekonstruksi Peradaban Sejarah Indrapurwa ini diinisiasi oleh Ikatan Pemuda Peukan Bada, berkolaborasi dengan:

  • Museum Indrapurwa
  • Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Aceh
  • Pemerintah Kecamatan Peukan Bada

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

DPRA Apresiasi 100 Siswa Aceh Lulus Seleksi Nasional

Parlementarial

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Menjadi Pembina Upacara di SDN 66 Ilie dan Berikan Pesan Inspiratif Kepada Siswa

Aceh

Aceh Raih Penghargaan Wirasena 2025 atas Capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024

Aceh Besar

Sekda Aceh Besar Apresiasi MoU Antara Pemkab dan Kejaksaan Negeri Aceh Besar

Aceh

Sekda Nasir Sambut Pimpinan LAN RI di Bandara SIM, Jamu Makan Siang Khas Aceh

Parlementarial

DPRA: Kasus HIV di Aceh Meningkat, Anggaran Pencegahan Terlalu Kecil

Daerah

Sekda Aceh Pantau Aksi ASN Relawan di Pidie Jaya dan Bireuen

Parlementarial

DPRA Minta BUMN di Aceh Bantu Percepatan Pembangunan, Ini Tujuannya