BANDA ACEH — Tangis NN, seorang perempuan paruh baya asal Sabang, pecah di dalam ruang berukuran 3×4 meter di kompleks rumah singgah milik Pemko Banda Aceh. Dadanya terasa sesak seakan tak mampu menerima kenyataan atas kabar yang baru saja diterimanya.
Di ruangan tersebut, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, berbicara dari hati ke hati dan menyampaikan hasil pemeriksaan tim medis Pemko Banda Aceh. Berdasarkan tes kesehatan tersebut, putra NN yang berinisial F dinyatakan positif mengidap HIV.
NN meratapi nasib yang menimpa keluarganya. Ia tidak menyangka sang putra yang berbadan kekar harus mengalami hal tersebut.
“Badannya kekar, gagah kayak gini, tapi kenapa harus menjadi bencong? Kenapa harus kayak gini? bukan suka sama cewek,” ujar NN sambil menangis di hadapan Illiza.
Mendengar ucapan ibunya, F yang duduk di samping NN hanya terpaku, terdiam, dan menatap kosong. Ia tampak terkejut mengetahui dirinya positif mengidap penyakit menular tersebut dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Kronologi Pengamanan
F merupakan satu dari empat pria yang sebelumnya diamankan oleh petugas Satpol PP dan WH saat sedang nongkrong di salah satu warung kopi di Banda Aceh.
Aksi pengamanan dilakukan setelah petugas WH melihat salah satu teman F datang ke tongkrongan tersebut dengan penampilan nyeleneh, yakni mengenakan jilbab dan daster layaknya seorang perempuan.
Petugas kemudian membawa keempat pemuda tersebut ke kantor WH untuk didata, sebelum akhirnya dipindahkan ke rumah singgah Pemko Banda Aceh guna menjalani pemeriksaan kesehatan.
Editor: Redaksi










