Home / Politik

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Menakar Kepemimpinan dari Maluku Utara: Wajah Indonesia dalam Skala Kecil

REDAKSI

Gaya kepemimpinan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menjadi cerminan wajah Indonesia dalam skala kecil.

Gaya kepemimpinan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menjadi cerminan wajah Indonesia dalam skala kecil.

Jakarta – Ada cara sederhana untuk melihat gambaran wajah Indonesia dalam skala kecil: perhatikan bagaimana seorang pemimpin memperlakukan rakyatnya. Sebagai negara yang berdiri di atas keberagaman suku, agama, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial, tata kelola kepemimpinan daerah sesungguhnya menjadi cerminan dari bagaimana Indonesia dikelola secara luas.

Dalam konteks tersebut, gaya kepemimpinan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menjadi fenomena yang menarik untuk dicermati. Kehadirannya bukan menonjolkan superioritas atau mempertontonkan kekuasaan melalui protokoler ketat dan jarak yang lebar, melainkan dengan pendekatan low profile, humanis, serta tegas.

Keseimbangan Antara Ketegasan dan Kesetaraan

Sikap low profile bukanlah cerminan dari kelemahan. Sebaliknya, ada kekuatan nyata ketika seorang pejabat publik mampu hadir sebagai manusia biasa di tengah masyarakat. Pendekatan humanis memosisikan warga bukan sekadar angka statistik pembangunan, konstituen pemilu, atau objek kebijakan, melainkan individu yang memiliki harapan, kecemasan, dan kebutuhan yang patut dihargai secara adil.

Baca Juga :  KIP Aceh Singkil Tetapkan Calon Bupati Terpilih, Oyon Ajak Semua Pihak Bekerja Sama

Pendekatan ini dapat dibaca seperti pola pengasuhan seorang ibu:

  • Kelembutan: Hadir empati dan kehangatan saat warga membutuhkan perlindungan serta pengayoman.
  • Ketegasan: Menegakkan aturan tanpa kesewenang-wenangan ketika terjadi pelanggaran.
  • Tanggung Jawab: Memastikan warga tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa diiringi sikap arogan.

Maluku Utara merupakan ruang sosial kepulauan yang kompleks. Oleh karena itu, kepemimpinan daerah tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menjaga rasa memiliki (sense of belonging) dan memastikan prinsip kesetaraan bagi seluruh lapisan warga menjadi pekerjaan yang jauh lebih krusial. Seorang kepala daerah harus berdiri di atas semua kelompok, tanpa terbatas oleh sekat suku, agama, maupun faksi politik.

Baca Juga :  Pemerintah Didesak Tetapkan Narkotika sebagai Bahaya Laten Bangsa

Jejak Kepemimpinan yang Melampaui Masa Jabatan

Ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak sebatas dihitung dari banyaknya proyek fisik, besarnya penyerapan anggaran, atau intensitas publikasi media. Indikator yang paling mendasar adalah sejauh mana masyarakat merasa dihargai, didengar, dilindungi, dan diperlakukan secara adil.

Baca Juga :  Ketua DPRA Aceh Desak Pemerintah Pusat Memenuhi Tuntutan Rakyat Aceh

Kekuasaan politik dan jabatan gubernur memiliki batas waktu yang pasti akan berakhir. Yang tersisa kelak bukanlah kursi, fasilitas negara, atau atribut kekuasaan, melainkan jejak rekam. Masyarakat akan mengingat apakah hukum ditegakkan secara adil dan apakah kekuasaan dipergunakan untuk melayani atau sekadar mempertahankan posisi.

Kepemimpinan yang matang lahir dari kesadaran bahwa jabatan adalah amanah sementara, sedangkan daerah dan rakyatnya memiliki umur yang jauh lebih panjang. Indonesia yang besar hanya akan berdiri kokoh apabila dibangun oleh kepemimpinan daerah yang manusiawi, adil, tegas, dan sadar bahwa kekuasaan tidak pernah abadi.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Politik

Kertas Posisi GEDSI Diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dalam RPJMA

Politik

PDIP Aceh Tegaskan Helmi N. Hakim Bukan Lagi Kader Sejak 2023

Parlementarial

Ketua DPRK Banda Aceh Minta Presiden Tidak Tunda Pelantikan Kepala Daerah Definitif

Politik

Pangdam Iskandar Muda dan Wali Nanggroe Perkuat Sinergi untuk Aceh Damai dan Maju

Politik

Presiden Prabowo Instruksikan DPR Bahas RUU Perampasan Aset

Politik

PIMPINAN PARTAI ACEH GELAR RAPAT KONSOLIDASI, TEGASKAN MARWAH PERJUANGAN RAKYAT

Politik

DPW PAN Aceh Santuni 1.834 Anak Yatim Semarakkan HUT ke-28

Politik

Ketua DPW PAN Aceh: Aplikasi Polri Presisi Mudahkan Pelayanan kepada Masyarakat