Home / Ekbis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Sabang Optimalkan 40 Hektare Lahan Kosong untuk Pengembangan Padi Gogo

REDAKSI

Pemerintah Kota Sabang memanfaatkan 40 hektare lahan kosong di tiga kecamatan untuk pengembangan padi gogo.

Pemerintah Kota Sabang memanfaatkan 40 hektare lahan kosong di tiga kecamatan untuk pengembangan padi gogo.

SABANG — Pemerintah Kota Sabang resmi memanfaatkan lahan kosong di wilayahnya untuk meningkatkan produksi pangan daerah. Langkah ini diwujudkan melalui penyiapan lahan seluas 40 hektare yang tersebar di tiga kecamatan untuk program pengembangan padi gogo.

Inisiatif tersebut menjadi solusi strategis untuk memperluas areal tanaman pangan di Pulau Weh yang tidak memiliki keterbatasan lahan persawahan. Penanaman perdana tahun 2026 dipusatkan di Jurong Cot Mancang, Gampong Cot Ba’u, Kecamatan Sukajaya, menggunakan lahan warga seluas kurang lebih 5.000 meter persegi.

Baca Juga :  BI: Indonesia Kedatangan Rp2,83 Triliun Modal Asing Minggu Ini

Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam, menegaskan pentingnya mengolah lahan tidur agar bernilai guna. “Karena kita tidak memiliki sawah, maka tanah-tanah kosong yang ada perlu dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, baik padi gogo, jagung maupun tanaman pangan lainnya,” jelasnya pada Rabu (26/8/2026).

Menurut Zulkifli, pemanfaatan lahan nonpersawahan tidak hanya mendukung ketahanan pangan lokal, tetapi juga memberi nilai ekonomi pada lahan yang sebelumnya nonproduktif. Ia mengimbau para petani untuk tetap optimistis serta rutin berkoordinasi dengan penyuluh pertanian terkait teknik budidaya dan pola tanam.

Baca Juga :  Bandara Sultan Iskandar Muda Layani 17 Penerbangan Domestik dan Internasional Hari Ini

Pada kesempatan terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Widya, menyampaikan bahwa alokasi 40 hektare tersebut telah diusulkan melalui skema Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) di Kecamatan Sukajaya, Sukakarya, dan Sukamakmur.

Setelah penanaman di Cot Mancang, program ini akan dilanjutkan ke beberapa titik lain seperti Jaboi, Batee Shoek, Paya, dan Balohan. Target penanaman dilakukan secara bertahap mulai Agustus hingga Oktober.

Baca Juga :  Aceh Besar Tertarik Kembangkan Kacang Koro Pedang

Untuk mendukung keberhasilan program, pemerintah daerah memfasilitasi kebutuhan petani secara menyeluruh:

Benih: Didukung penuh melalui bantuan APBN.

Sarana Production (Saprodi): Pengadaan pupuk serta obat-obatan penanggulangan hama/penyakit (insektisida, fungisida, dan herbisida).

Pendampingan: Pembinaan berkelanjutan oleh penyuluh pertanian di tiap wilayah.

Selain padi gogo, Pemko Sabang juga membuka peluang untuk memproduktifkan lahan kering dengan komoditas lain seperti jagung, sesuai dengan karakteristik tanah setempat.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dan Perbankan Siap Memenuhi Kebutuhan Uang Tunai selama Ramadan dan Idulfitri 2026

Aceh Besar

Perkuat sinergisitas, Dewas Perum Bulog laksanakan Audiensi dengan Pangdam IM

Ekbis

Bank Aceh Mencatat Penyaluran Biaya UMKM Mencapai Rp 2,53 Triliun Hingga Juni 2025

Ekbis

Bank Aceh Syariah x PosSaku: Kolaborasi Digital yang Siap Naikan Level UMKM Aceh

Ekbis

Koperasi Tambang Rakyat dan Polemik Kewenangan Aceh

Ekbis

Bank Aceh Salurkan Rp50 Miliar untuk UMKM dan Pemberdayaan Perempuan

Ekbis

Harga BBM Pertamina di Aceh Naik, Ini Daftar Harga Terbaru Per 16 Juli 2025

Ekbis

Perkuat Literasi Ekonomi Syariah, BSI Region Aceh Gelar Media Gathering