Lhokseumawe — Ketua PWI Lhokseumawe Sayuti menegaskan, pihak akan mempersiapkan langkah hukum terkait insiden kericuhan di lapangan bola kaki Bumigas yang mengakibatkan wartawan anggota PWI Lhokseumawe Haiqal mengalami sakit akibat adanya dugaan pukulan dari oknum anggota Koramil Aceh Utara pada pertandingan tarkam Kamis Sore (27/8/2026).
Kita tidak akan tinggal diam, pihaknya masih menunggu perkembangan kondisi kesehatan Haiqal yang saat ini menjalani observasi medis akibat nyeri pada bagian rusuk.
Setelah kondisi medis dinyatakan memungkinkan, PWI akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan dua oknum anggota TNI ke Polisi Militer.
“Kami sedang menunggu pemulihan Haiqal. Setelah itu, kami akan menempuh jalur hukum”.
Kami juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk PWI Aceh dan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) siap memberikan dukungan agar persoalan ini diproses secara hukum,” kata Sayuti.
Sayuti menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut Haiqal sebagai individu, melainkan menyangkut perlindungan terhadap profesi wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik.
Sebelumnya pihak media telah mencoba mengkonfirmasi Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Kolonel Inf Mustafa Kamal terkait informasi insiden tersebut melalui pesan singkat WhatsApp Kamis malam (27/8/2027) sekira pukul 21.38 WIB dengan singkat mengatakan, baik saya cek lokasi.
Sumber lain di Pendam IM juga mengatakan bahwa, pihaknya belum monitor terkait adanya insiden tersebut.
“Belum monitor saya Bang, coba nanti saya tanyakan ke Aceh Utara ya Bang. Selang beberapa saat sumber di Pendam kembali menyampaikan, Uda saya tanya bg, nanti kalau ada jawaban saya kasi tau ya bg”.
Namun, hingga berita ini tayang, belum juga ada keterangan resmi dari pihak Pendam IM. (**)
Editor: Dahlan













