Home / Peristiwa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:50 WIB

Bogor Berhias “Pelangi Api”: Fenomena Langka Awan Iridesensi Pukau Warga

REDAKSI

Penampakan gradasi warna warni yang menghiasi langit di kawasan Jonggol, Bogor, Jumat (1/5/2026).

Penampakan gradasi warna warni yang menghiasi langit di kawasan Jonggol, Bogor, Jumat (1/5/2026).

Bogor – Langit di atas wilayah Bogor mendadak berubah menjadi kanvas raksasa pada Jumat sore (1/5/2026). Warga di kawasan Jonggol, Sentul, hingga Cileungsi dibuat terpana oleh kemunculan gradasi warna magis—merah muda, hijau, biru, hingga ungu—yang menari di balik gumpalan awan tipis.

​Fenomena yang sekilas menyerupai “pelangi tanpa lengkungan” ini langsung membanjiri lini masa media sosial. Warga berbondong-bondong mengabadikan momen langka tersebut sebelum akhirnya tirai hujan menutup pertunjukan alam yang hanya berlangsung selama 30 menit itu.

Baca Juga :  Gempa Bumi M7,7 Myanmar, Puluhan Jemaah Salat Jumat Meninggal Tertimpa Bangunan Masjid

​Sihir Sains di Balik Warna-warni Langit

​Secara ilmiah, pemandangan memukau ini bukanlah sihir, melainkan Awan Iridesensi. Menurut penjelasan NASA, fenomena ini merupakan hasil dari difraksi cahaya. Peristiwa ini terjadi ketika cahaya matahari menabrak partikel air atau kristal es kecil yang berukuran seragam di dalam awan.

​Prosesnya serupa dengan efek warna-warni yang sering kita lihat pada kepingan CD atau lapisan minyak di atas genangan air. Cahaya matahari terpecah menjadi spektrum warna yang lembut namun kontras.

​”Warna-warna ini biasanya muncul pada jenis awan tinggi yang tipis. Posisi matahari yang rendah di ufuk saat pagi atau sore hari menjadi kunci utama yang membuat warna tersebut tampak begitu tajam dan dramatis,” tulis laporan dari World Meteorological Organization (WMO).

Baca Juga :  Remaja Abdya Tewas Tenggelam di Pantai Krueng Leupung

​Keajaiban yang Menuntut Ketelitian Alam

​Mengapa fenomena ini terasa begitu istimewa? Karena awan iridesensi membutuhkan presisi atmosfer yang luar biasa:

​Awan yang sangat tipis agar cahaya bisa menembus.

​Ukuran partikel air yang seragam untuk menghasilkan difraksi yang merata.

Baca Juga :  Ibu Rumah Tangga Diterkam Buaya Saat Cari Lokan di Sungai Luan Boya

​Sudut datang cahaya yang tepat dari posisi matahari.

​Meski terlihat seperti tanda-tanda alam yang dramatis, para ahli memastikan bahwa fenomena ini sepenuhnya aman dan tidak berbahaya. Namun, warga diingatkan untuk tetap berhati-hati dan tidak menatap langsung ke arah matahari saat mencoba menangkap keindahan ini dengan mata telanjang.

​Kemunculan “pelangi api” di Bogor ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di tengah kesibukan harian, sesekali mendongak ke langit bisa memberikan kejutan visual yang luar biasa.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Tragedi Maut di Pidie Jaya: Dua Pemuda Tewas Mungkin Akibat Keracunan Gas Karbon Monoksida di Mobil

Peristiwa

Pasang Baliho, Seorang Pria Meninggal Dunia Tersengat Listrik di Lueng Bata

Peristiwa

Lahan Kosong di Gampong Kajhu Aceh Besar Terbakar, BPBD: Diduga Akibat Bakar Sampah

Peristiwa

Wisatawan Malaysia Hilang Saat Menyelam di Perairan Shark Plateau Sabang

Peristiwa

Polda Aceh Kerahkan Personel untuk Bantu Korban Banjir, Imbau Warga Tetap Waspada

Berita

Wanita ODGJ di Syiah Kuala Ini Tinggal bersama Jasad Suaminya yang Telah Membusuk Beberapa Hari

Peristiwa

Kapal Kargo Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Operasi SAR Gabungan Dikerahkan

Peristiwa

Rumah Warga Lhoksukon Aceh Utara Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang