ACEH BARAT – Harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat mengalami kenaikan signifikan. Kondisi tersebut disinyalir terjadi akibat adanya permainan dari pihak distributor di tengah tingginya permintaan masyarakat.
Kepala Dinas Pangan Aceh Barat, Kamarlisnur, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini ditemukan dari hasil survei stok dan harga pasar yang dilakukan bersama sejumlah dinas terkait pada pekan lalu.
“Jika berdasarkan Harga Acuan Pembelian (HAP), harga barang naik menjadi 17 persen pada daging ayam. Sebab kenaikan ini juga dipicu meningkatnya Harga Pokok Produksi (HPP),” kata Kamarlisnur, Senin (31/8/2026).
Ia menjelaskan, harga ayam pedaging di pasaran saat ini mencapai Rp80 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram dengan ketersediaan barang yang terbatas. Di sisi lain, total kebutuhan konsumsi di Aceh Barat mencapai 13 ton per hari, dengan rincian 10 ton untuk kebutuhan masyarakat dan 3 ton untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Kamarlisnur, terdapat beberapa faktor penyebab lonjakan ini, yaitu indikasi permainan harga di tingkat pemasok atau distributor, serta munculnya infeksi penyakit pada ternak yang memaksa peternak menjual hasil panen lebih cepat dari usia standar pasar.
“Solusinya, pemerintah segera lakukan intervensi harga dengan kebutuhan 10 ton per hari di Aceh Barat. Dinas peternakan harus konsolidasi terkait HPP di tingkat produsen sebagai bentuk pengendalian,” tegasnya.
Selain daging ayam, komoditas daging sapi dan kerbau juga mengalami kenaikan harga. Dari standar harga acuan sebesar Rp140 ribu per kilogram, saat ini harganya melonjak hingga Rp170 ribu per kilogram akibat tingginya biaya pemotongan yang harus dikeluarkan oleh pedagang.
Meningkatnya angka kebutuhan masyarakat saat ini juga dipicu oleh dimulainya rangkaian perayaan Maulid Nabi di wilayah Aceh Barat.
Penulis : Nazarullah
Editor: Dahlan











