BENER MERIAH — Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Arh Febry Adyanto, memastikan tidak ada anggotanya yang terlibat dalam penyediaan bahan makanan atau pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons kasus dugaan keracunan belasan murid SD Negeri 1 Bukit Mulie usai mengonsumsi makanan MBG, yang sempat diwarnai isu dugaan intimidasi wartawan oleh oknum anggota TNI.
Guna memastikan situasi secara langsung, Letkol Arh Febry Adyanto meninjau dapur SPPG Mekar Ayu pada Kamis (3/9/2026). Selain memantau keadaan, kunjungan tersebut bertujuan meyakinkan publik bahwa TNI tidak mengambil peran dalam rantai pasok maupun operasional dapur program tersebut.
Ia menekankan pentingnya evaluasi bersama antara pengelola SPPG, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan instansi terkait. Aspek kebersihan dan keamanan pangan pada proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Febry menjelaskan bahwa perhatian dan silaturahmi TNI terhadap kondisi para siswa tidak menandakan keterlibatan aparat dalam struktur pengelola SPPG. Langkah ini murni dilakukan untuk memperkuat komunikasi, memantau kondisi pascainsiden, serta mendorong pengelola meningkatkan kewaspadaan di setiap tahapan penyediaan makanan.
Sebelumnya, belasan siswa SD Negeri 1 Bukit Mulie dilarikan ke Puskesmas Lampahan pada Rabu (2/9/2026) setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program MBG.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









