BANDA ACEH — Pergerakan harga emas di Kota Banda Aceh pada Sabtu (5/9/2026) tercatat stagnan. Berdasarkan pemantauan di Toko Emas Al-Fath, Pasar Ulee Kareng, harga emas per mayam dipatok di angka Rp7.550.000 (belum termasuk ongkos pembuatan).
Kondisi tersebut menunjukkan tidak adanya perubahan harga dibanding perdagangan Jumat (4/9/2026), maupun Kamis (3/9/2026). Stabilitas ini membuat pasar perdagangan emas di wilayah Banda Aceh relatif tenang.
Pihak Toko Emas Al-Fath mengonfirmasi bahwa nilai jual emas perhiasan bertahan stabil di level tersebut, dengan biaya pembuatan bervariasi antara Rp200.000 hingga Rp250.000 per mayam, tergantung pada tingkat kerumitan desain. Meski demikian, harga di pasaran tetap dapat berubah sewaktu-waktu menyusul dinamika ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga tingkat permintaan lokal.
Emas Batangan Antam Merosot
Berbeda dengan perhiasan emas lokal, harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) justru mengalami penurunan cukup signifikan pada hari yang sama.
Melansir informasi resmi Logam Mulia, harga emas Antam pecahan 1 gram melorot Rp30.000 menjadi Rp2.640.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.670.000 per gram pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Tren penurunan ini turut berdampak pada harga buyback (beli kembali) yang terkoreksi Rp30.000 ke posisi Rp2.493.000 per gram.
Berikut daftar rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai pecahan per Sabtu (5/9/2026) sebelum dikenakan pajak:
- 0,5 gram: Rp1.370.000
- 1 gram: Rp2.640.000
- 5 gram: Rp12.975.000
- 10 gram: Rp25.895.000
- 25 gram: Rp64.612.000
- 50 gram: Rp129.145.000
- 100 gram: Rp258.212.000
- 250 gram: Rp645.265.000
- 500 gram: Rp1.290.320.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp2.580.600.000
Penulis : Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









