Home / Daerah

Kamis, 10 September 2026 - 19:14 WIB

KADIN Aceh Timur Tolak MBG Diubah Jadi Kantin Sekolah

REDAKSI

KADIN Aceh Timur (diwakili oleh Nurdin/Din Kopassus) menolak wacana pengalihan distribusi MBG dari Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) ke kantin sekolah.

KADIN Aceh Timur (diwakili oleh Nurdin/Din Kopassus) menolak wacana pengalihan distribusi MBG dari Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) ke kantin sekolah.

Aceh Timur – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh Timur menolak wacana pengalihan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) ke kantin sekolah. KADIN menilai kebijakan tersebut akan mempersempit sasaran penerima manfaat dan melemahkan dampak ekonomi program.

Pernyataan sikap itu disampaikan Pengurus KADIN Aceh Timur, Nurdin alias Din Kopassus, di Aceh Timur, Kamis 10 September 2026.

SPPG HARUS DIPERKUAT, BUKAN DITINGGALKAN

Menurut Nurdin, SPPG merupakan bagian penting dalam sistem MBG yang sudah dibangun pemerintah. Jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan, maka solusinya adalah evaluasi dan pembenahan, bukan penghapusan.

Baca Juga :  Menjelang Minggu Terakhir, Satgas TMMD Kodim 0107/Aceh Selatan Mulai Cor Box Culvert Titik 3

“SPPG ini sudah dibangun sebagai bagian dari sistem MBG. Kalau ada kekurangan, tentu harus dievaluasi dan diperbaiki. Bukan justru sistemnya yang ditinggalkan” tegas Nurdin.

SASARAN MBG TIDAK HANYA ANAK SEKOLAH

KADIN Aceh Timur menilai wacana MBG melalui kantin sekolah perlu dikaji ulang. Sebab, sasaran program MBG tidak hanya terbatas pada siswa.

“Jangan sampai karena ingin menyelesaikan persoalan di satu sisi, justru penerima manfaat di sisi lain menjadi terbatas. MBG harus dilihat sebagai program pemenuhan gizi masyarakat, bukan hanya program makanan untuk anak sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  Bantuan Kasad tembus Daerah terisolir Aceh Tamiang

Ia menyebut kelompok lain yang juga menjadi sasaran MBG seperti santri di pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kelompok rentan lainnya.

BERDAMPAK PADA EKONOMI UMKM

Sebagai organisasi yang membina dunia usaha, KADIN juga menyoroti dampak ekonomi dari keberadaan SPPG. Kebutuhan bahan pangan dapur SPPG dalam jumlah besar berpotensi menghidupkan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM lokal.

“Bahan pangan yang digunakan seharusnya melibatkan masyarakat lokal. Dengan begitu manfaat MBG tidak berhenti pada penerima makanan saja, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah,” jelas Nurdin.

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Oleh Kodim 0108/Gagara di Ds. Kumbang Jaya–Gulo Aceh Tenggara Masuki Tahap Akhir

Dengan sistem terpusat, SPPG dinilai mampu menjaga mutu, standar gizi, hingga distribusi secara lebih terukur dan transparan.

“Kalau sistemnya diperbaiki, SPPG bisa menjadi kekuatan MBG. Pengawasan diperketat, kualitas makanan dijaga, distribusi diperbaiki, dan anggaran dibuat semakin transparan,” tambahnya.

DESAK PEMERINTAH KAJI ULANG

KADIN Aceh Timur meminta pemerintah dan Badan Gizi Nasional tidak terburu-buru mengubah pola pelaksanaan MBG tanpa kajian menyeluruh.

“Yang perlu dilakukan adalah memperkuat SPPG, bukan menghilangkannya. Kalau ada masalah, benahi titik masalahnya. Jangan sampai perubahan sistem justru membuat manfaat MBG semakin terbatas,” pungkas Nurdin.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Wakil Ketua DPRK Daniel Abdul Wahab Minta Dishub Operasional Kembali Transkutaraja dan Tambah Rute Baru

Daerah

Jasad Wanita Ditemukan di Kebun Tanah Jambo Aye, Diduga Korban Banjir

Aceh Besar

Adlan Resmi Terpilih Jadi Imum Mukim Jruek Aceh Besar 2025–2030

Daerah

BPBD Aceh Besar Catat 9 Rumah dan 1 Sekolah Rusak Akibat Angin Kencang

Daerah

Tinjau Lokasi MTQ Aceh ke XXXVII Tahun 2025 di Pijay, Wagub Optimis Berjalan Sukses

Daerah

Dua Lumba-Lumba Terjebak di Tambak di Aceh Tamiang, Warga Bahu Membahu Selamatkan ke Laut

Daerah

Kodim 0108/Agara dan Warga terus Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Lawe Pinis, Aceh Tenggara 

Daerah

Gubernur Muzakir Manaf: Konsorsium Arab Minati Beberapa Sektor Investasi di Aceh