ACEH TENGAH – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Tengah, Ahad, 13 September 2026 tadi sore memicu tanah longsor di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara. Sedikitnya 14 orang tercatat menjadi korban dalam bencana tersebut. Satu di antaranya meninggal dunia.
Ada sebanyak 12 korban berasal dari Dusun Satu. Mereka terdiri atas satu anak yang meninggal dunia dan sejumlah warga yang mengalami luka-luka.
Sementara itu, satu korban luka lainnya tercatat di Dusun Lima. Data sementara juga mencatat satu orang terdampak akibat peristiwa tersebut.
Sejumlah korban telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Silih Nara.
Ketua KNPI Aceh Tengah, Feriyanto, yang kebetulan melintas di kawasan tersebut juga turut membantu proses evakuasi korban mengatakan material longsor menerjang permukiman warga hingga menyebabkan satu unit rumah hancur.
“Saya ikut mengevakuasi korban ke Puskesmas Silih Nara, dan satu orang meninggal dunia saat dalam perjalanan ke Puskesmas,” kata Feri lewat sambungan WhatsApp.
Dia mengatakan, longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Aceh Tengah sejak Minggu sore. Material longsoran kemudian menghantam kawasan permukiman warga di Kampung Sanehen.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm bagi masyarakat Aceh Tengah yang masih dibayangi ancaman bencana hidrometeorologi. Apalagi, daerah tersebut sebelumnya dilanda banjir bandang dan longsor besar pada 26 November 2025 yang menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah.
Belum genap setahun setelah bencana besar tersebut, longsor kembali terjadi.
Hingga malam ini, proses evakuasi, penanganan korban, dan pendataan di lokasi masih berlangsung. Data korban masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring proses pencarian serta pendataan oleh petugas.
Belum ada data resmi terkait jumlah warga yang terdampak secara keseluruhan akibat longsor tersebut.***
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









