ACEH UTARA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh Utara agar mewaspadai potensi angin kencang dan banjir bandang, khususnya bagi wilayah yang berdekatan dengan sungai. Diketahui, terdapat beberapa sungai yang ada di Aceh Utara yang tanggulnya rusak dan menjadi dangkal akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu dan hingga sekarang belum direvitalisasi.
“Kami berharap kepada masyarakat segera menghentikan aktivitas di luar ruangan, apabila turun hujan disertai petir di lingkungan sekitar,” kata Prakirawan BMKG Malikussaleh, Febryanto Simanjuntak, Jumat, 2 Oktober 2026.
Febri juga mengimbau warga untuk menghindari tempat berlindung yang mudah tumbang atau roboh, seperti di bawah pohon besar, tiang listrik, dan baliho atau papan reklame. Warga juga diminta untuk tidak berteduh di bangunan-bangunan semi permanen sudah tua ketika cuaca ekstrem melanda kawasan.
“Untuk warga sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat memantau kondisi sungai di sekitar guna mengantisipasi potensi banjir bandang,” tuturnya.
Kondisi cuaca secara umum, kata Febri, akan dominan berawan di pagi dan sore hari. Sementara sore hingga malam hari berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang masih terjadi.
“Kecepatan angin diperkiraan 4 sampai 18 kilometer per jam, dengan ketinggian gelombang berkisar 0.1 hingga 1.0 Meter,” imbuhnya.
Menurut amatan, hingga saat ini sejumlah kecamatan di Aceh Utara dan Lhokseumawe sedang diguyur hujan lebat hingga sedang. Namun demikian belum ada laporan terjadi bencana alam berupa banjir dan longsor di wilayah itu.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan








