Home / Ekbis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.911 per Dolar AS, Investor Soroti Rilis FOMC Minutes

REDAKSI

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat tipis pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Pergerakan ini terjadi di tengah perhatian utama investor yang tertuju pada rencana publikasi FOMC Minutes pada 7 Oktober 2026.

Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka di level Rp17.911 per dolar AS. Angka ini mencatatkan penguatan sebesar 6,00 poin atau 0,03% dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya.

Penguatan mata uang Garuda pada pembukaan pasar berlangsung saat mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan tertekan terhadap greenback:

Baca Juga :  Semen Indonesia Perkuat Pasokan di Aceh, Direktur Operasi Tinjau Langsung Fasilitas Produksi dan Distribusi

Mata uang yang melemah: Peso Filipina melemah paling dalam sebesar 0,27%, won Korea Selatan turun 0,21%, diikuti dolar Hong Kong, dolar Singapura, dan baht Thailand yang masing-masing melemah 0,01%.

Mata uang yang menguat: Dolar Baru Taiwan memimpin penguatan sebesar 0,07%, yuan China naik 0,02%, sedangkan yen Jepang, rupee India, dan ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,01%.

Sentimen Pasar dan Proyeksi Rupiah

Fokus utama pasar saat ini adalah publikasi FOMC Minutes, yaitu risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) sebagai komite kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Rilis risalah ini menjadi sentimen kuat menyusul data tenaga kerja AS yang lemah, sehingga memperkuat ekspektasi arah kebijakan The Fed yang lebih dovish.

Baca Juga :  Bank Indonesia Aceh dan PT Solusi Bangun Andalas Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK)

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Hal tersebut ditopang oleh koreksi indeks dolar AS setelah rilis data ekonomi Negeri Paman Sam berada di bawah ekspektasi.

Mespi demikian, penguatan rupiah diprediksi tidak akan berlangsung agresif.

Baca Juga :  Harga Kebutuhan Pokok di Aceh Barat Melonjak, Pasokan Ayam dan Daging Sapi Ikut Tertekan

“Namun laju penguatan Rupiah diperkirakan bakal terbatas akibat masih tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS serta kokohnya harga minyak mentah dunia yang membayangi prospek inflasi,” ujar Lukman, Selasa (6/10/2026).

Di sisi lain, pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi domestik penting pekan ini, seperti data Cadangan Devisa (Cadev), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), serta Penjualan Ritel.

Secara keseluruhan, rupiah diperkirakan bergerak menguat dalam rentang konsolidasi di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

BSI Klaim Aset di Aceh Tembus Rp 24 Triliun,Ini Target Selanjutnya

Daerah

Bangun Kolaborasi Strategis, RCEO BSI Aceh Kunjungi Rektor UIN Ar-Raniry

Ekbis

Dengar Aspirasi Warga, Solusi Bangun Andalas Perkuat Program CSR untuk Masyarakat Lhoknga dan Leupung

Berita

Penunjukan Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Aceh Masih dalam Tahap Kajian

Ekbis

OJK dan PNM Berkolaborasi Perkuat Akses Layanan Keuangan UMKM di Aceh

Ekbis

Kelompok Tani Ujong Jaya Lhokseumawe Panen Satu Ton Jagung Binaan PLN NP

Ekbis

Action Mobile Bank Aceh Semua Lebih Mudah

Ekbis

DPD REI Aceh Tetapkan Jadwal Musda 21 September 2026, Siap Gelar Agenda Transisi Organisasi