BANDA ACEH — Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala (USK), Safrizal ZA, menegaskan bahwa transformasi dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi harus menghasilkan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Bahwa transformasi menuntut keberanian untuk memperbaiki, menuntut inovasi yang menghasilkan kemampuan untuk memberikan gagasan dan solusi-solusi baru, serta dampak nyata yang menuntut kita untuk memastikan bahwa perubahan yang kita ciptakan memberikan manfaat bagi negeri,” kata Safrizal ZA dalam orasi ilmiah bertema Transformasi, Inovasi, dan Dampak Nyata bagi Negeri pada peringatan Milad ke-65 USK di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (12/10/2026).
Safrizal menyampaikan bahwa transformasi tanpa arah hanya akan menghasilkan perubahan belaka, dan inovasi tanpa eksekusi nyata hanya berhenti sebagai potensi. Sementara itu, dampak nyata membutuhkan kerja sama serta konsistensi dari semua pihak.
Apresiasi Peningkatan Peringkat Internasional USK
Safrizal menegaskan, kebesaran sebuah universitas tidak hanya diukur dari pencapaian di internal kampus, melainkan dari kontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di luar kampus. Ia memberikan apresiasi atas pencapaian USK yang berhasil menembus kelompok peringkat 301–400 dunia pada Times Higher Education Impact Ratings 2026.
Posisi ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2025, saat USK masih berada di kelompok peringkat 601–800 dunia.
“Capaian ini tentu patut disyukuri karena pencapaian tersebut telah memberikan kontribusi tinggi terhadap pendidikan, penelitian, pengabdian, tata kelola, dan pembangunan,” ujarnya.
Ia berharap USK semakin kompetitif di kancah global sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. Kendati demikian, Safrizal mengingatkan bahwa pemeringkatan internasional bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas manfaat kehadiran kampus bagi masyarakat.
Tiga Nilai Utama Pengembangan USK
Safrizal merumuskan tiga nilai penting yang perlu dijadikan arah pengembangan USK ke depan:
- Unggul: Berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan, penguatan integritas akademik, serta pencetakan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
- Solutif: Menuntut ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus agar mampu menjawab persoalan nyata. Salah satu contoh nyata yakni pengembangan riset berbasis nilam melalui ARC USK yang berhasil menghasilkan produk bernilai tambah dan daya saing ekonomi.
- Kontribusi: Memberikan manfaat luas dan nyata bagi masyarakat dan pembangunan negeri.
Menghadapi Tantangan Teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI)
Terkait pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan mengambil keputusan, Safrizal menekankan bahwa perguruan tinggi harus mampu mengarahkan perubahan tersebut secara bijak. Teknologi tidak hanya dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan, tetapi juga harus mendukung pengembangan kapasitas manusia.
Ia menilai aspek-aspek seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, integritas, empati, dan tanggung jawab tetap harus dibangun melalui pendidikan karena tidak bisa digantikan oleh teknologi semata. Oleh sebab itu, MWA mendukung penuh penguatan kapasitas akademik USK dalam menghadapi tantangan teknologi.
Otonomi dan Tata Kelola Perguruan Tinggi
Safrizal turut menekankan pentingnya otonomi perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas, mengembangkan kemitraan, serta mengelola sumber daya secara responsif. Namun, ia mengingatkan bahwa otonomi tersebut harus berjalan seiring dengan akuntabilitas, integritas, dan tata kelola universitas yang baik (good university governance).
Di usianya yang ke-65 tahun, ia berharap USK semakin matang dan berkontribusi besar bagi bangsa.
“USK harus semakin unggul dalam ilmu, semakin solutif melalui inovasi-inovasinya, dan semakin besar kontribusinya bagi negeri,” pungkasnya.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









