ACEH TENGGARA — Masyarakat dan para pelajar di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara mengalami kesulitan beraktivitas maupun berangkat ke sekolah setelah Jembatan Natam yang menghubungkan Kecamatan Badar dan Kecamatan Darul Hasanah putus akibat tergerus banjir pada akhir September 2026.
Jembatan berangka baja tersebut sebelumnya sempat diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat setelah tergerus banjir pada November 2025 lalu. Namun, tingginya debit air banjir kembali menggerus dan memutus akses jembatan darurat tersebut.
salah satu pemuda Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Sultan Andra Putra, mengungkapkan dampak serius yang dirasakan warga setelah hampir tiga pekan akses tersebut terputus.
“Hampir tiga pekan putusnya jembatan darurat ini membuat petani kesulitan mengangkut hasil panen, bahkan pupuk di wilayah ini kosong dan sejumlah pelajar terkendala berangkat sekolah,” kata Sultan, Senin (12/10/2026).
Petani Anjlok Nilai Jual dan Kelangkaan Pupuk
Terputusnya Jembatan Natam memberikan dampak langsung terhadap sektor perekonomian dan pertanian warga. Distribusi komoditas pertanian ke pasar mengalami penurunan drastis karena akses utama yang tak bisa dilalui.
“Dampak putusnya jembatan ini, barang hasil pertanian dijual petani anjlok dari harga pasaran dan pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan di beberapa kios,” ujar Sultan.
Pelajar Terkendala Akses Sekolah dan 28 Desa Terdampak
Tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, putusnya jembatan ini juga mengganggu kegiatan belajar mengajar. Para pelajar yang berdomisili di Kecamatan Darul Hasanah kesulitan untuk menempuh perjalanan menuju sekolah mereka yang terletak di area perkotaan.
“Sejumlah siswa yang bersekolah di Kecamatan Badar, Darul Hasanah dan Kecamatan Babusalam terpaksa tidak masuk sekolah akibat putusnya jembatan tersebut,” ungkapnya.
Sultan menjelaskan bahwa terdapat setidaknya 28 desa yang terdampak langsung akibat terputusnya Jembatan Natam serta tidak bisanya jalan darurat dilintasi kendaraan.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara untuk segera memberikan perhatian dan mengambil langkah cepat dalam menangani atau memperbaiki jalan alternatif.
“Kami berharap Pemkab Agara memberikan perhatian penuh terhadap Jembatan Natam yang menghubungkan Kecamatan Badar dan Darul Hasanah. Tiga Minggu kami menunggu, apa harus kami turun ke jalan baru didengarkan aspirasi kami,” tegasnya.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









