Home / Ekbis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:26 WIB

HKTI Aceh Dorong Pembentukan Klaster Pertanian Unggulan di Kabupaten/Kota

REDAKSI

Ketua HKTI Aceh TA Khalid dorong pembentukan klaster pertanian unggulan tiap kabupaten/kota sistem zonasi fokus komoditas lokal penuhi pasar domestik luar daerah Minggu 18/10/2026.

Ketua HKTI Aceh TA Khalid dorong pembentukan klaster pertanian unggulan tiap kabupaten/kota sistem zonasi fokus komoditas lokal penuhi pasar domestik luar daerah Minggu 18/10/2026.

BANDA ACEH – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Aceh, TA Khalid, mendorong pembentukan klaster pertanian unggulan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Melalui sistem zonasi tersebut, setiap daerah diharapkan fokus mengembangkan komoditas unggulan lokal agar mampu memenuhi permintaan pasar domestik maupun luar daerah secara optimal.

“Jangan ketika kita butuh jengkol, kita harus mengumpulkannya dari Aceh Singkil hingga Tamiang. Jadi, kita harus memiliki daerah sentra jengkol, sentra rambutan, pinang, atau jenis tanaman keras lainnya,” ujar TA Khalid dalam keterangannya di Banda Aceh, Minggu (18/10/2026).

Politisi Partai Gerindra yang juga bertugas di Komisi IV DPR RI—membidangi sektor pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, serta kelautan dan perikanan—tersebut mencontohkan keberhasilan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang telah membangun identitas kuat sebagai salah satu sentra utama penghasil bawang merah nasional.

Baca Juga :  Kerjasama Strategis PT PEMA dan PT PIM untuk Pasokan Gas Bumi WK “B” Mendukung Swasembada Pangan

TA Khalid berharap konsep serupa dapat diterapkan di Aceh. Menurutnya, spesialisasi komoditas di setiap daerah tidak hanya memperkuat produksi pertanian, tetapi juga dapat menarik minat investor untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian.

“Kalau mencari bawang dalam jumlah besar, orang pasti langsung ke Brebes. Kita juga berharap di Aceh ada daerah dengan komoditas khusus seperti itu. Saya usulkan difokuskan pada tanaman keras,” tambahnya.

Baca Juga :  BSI dan Wali Nanggroe Bahas Kolaborasi Pembangunan Aceh

Memudahkan Pemetaan dan Penyaluran Bantuan

Menurut TA Khalid, pembentukan klaster pertanian di setiap wilayah sangat penting untuk:

  • Memudahkan pemetaan kendala yang dihadapi oleh para petani.
  • Meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan dari pemerintah.
  • Mengefektifkan program penyuluhan agar lebih tepat sasaran.

Ia menilai, belum adanya zonasi komoditas yang terarah membuat distribusi pangan di Aceh selama ini belum berjalan efektif karena sumber produksinya masih tersebar di berbagai daerah.

Minta HKTI Kabupaten/Kota Buat Demplot Pertanian

Untuk memastikan gagasan tersebut dapat direalisasikan, TA Khalid meminta seluruh pengurus HKTI di tingkat kabupaten/kota untuk mengambil langkah nyata dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di daerah masing-masing.

Baca Juga :  Indonesia Bakal Impor Minyak Mentah dan LPG dari AS, Bukan BBM

“Saya ingin ke depan setiap HKTI kabupaten/kota di Aceh memiliki demplot (demonstration plot) pertanian. Langkah ini penting agar kita tidak hanya bicara atau menyusun konsep di atas meja saja,” tegasnya.

Melalui demplot atau lahan percontohan tersebut, HKTI Aceh berkomitmen untuk menunjukkan secara langsung kepada petani mengenai penerapan teknologi modern dan penggunaan varietas unggul.

Dengan demikian, para petani diharapkan dapat mencontoh praktik pertanian yang terbukti efektif untuk meningkatkan produktivitas serta mengembangkan komoditas unggulan di daerahnya masing-masing.

Penulis: Tika Fitri Lestari 

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Penyaluran BBM di Aceh, Pastikan Pasokan Aman Tanpa Kendala

Ekbis

Pemerintah Aceh Dorong Investasi Berkualitas untuk Serap Tenaga Kerja Lokal

Ekbis

Harga BBM Pertamina di Aceh Naik, Ini Daftar Harga Terbaru Per 16 Juli 2025

Ekbis

Sektor Pertambangan Dinilai Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Aceh, USK Tekankan Pentingnya Hilirisasi

Aceh Besar

Dekranasda Aceh Besar Genjot UMKM Naik Kelas, Bidik Pasar Nasional Lewat Batik, Songket dan Anyaman Bili

Ekbis

Indonesia Bakal Impor Minyak Mentah dan LPG dari AS, Bukan BBM

Ekbis

Laba BSI April 2026 Tumbuh 17,79% Jadi Rp2,8 Triliun, Penyaluran Zakat Terus Meningkat

Ekbis

Harga Emas Antam Tembus Rp2,93 Juta per Gram, Tren Penguatan Berlanjut Pasca Lebaran