ACEH TENGGARA – Demi menjaga kelancaran mobilitas dan keselamatan masyarakat, Babinsa Koramil 0108/Agara bersama pemerintah desa dan warga bergotong royong memperbaiki jembatan gantung yang mulai rusak dan kendur di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (26/10/2026).
Perbaikan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kerusakan jembatan tidak semakin parah. Jembatan gantung itu menjadi akses alternatif penting bagi masyarakat setelah jembatan utama mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang.
Babinsa Koramil 0108/Agara, Serma Karmadi, mengatakan keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaan.
“ Kegiatan gotong royong ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian kita terhadap kepentingan masyarakat. Kami berharap melalui kerja sama seperti ini, berbagai kesulitan yang dihadapi warga dapat diatasi bersama, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Serma Karmadi.
Dalam kegiatan itu, Babinsa bersama pemerintah desa dan masyarakat bahu-membahu memperbaiki bagian jembatan yang mengalami kerusakan, terutama pada bagian sayap jembatan yang tergerus aliran air. Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena jembatan masih dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kerusakan jembatan utama pascabanjir bandang membuat jalur alternatif tersebut memiliki peran semakin penting. Selain mendukung mobilitas warga, keberadaan jembatan gantung juga membantu aktivitas perekonomian, distribusi kebutuhan sehari-hari, serta hubungan sosial masyarakat antardesa.
Melalui gotong royong, warga bersama Babinsa berupaya mencegah kerusakan bertambah parah sekaligus menjaga akses penghubung tetap tersedia selama proses pemulihan infrastruktur utama berlangsung. Kebersamaan ini juga mencerminkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas umum yang digunakan bersama.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat, menurut Serma Karmadi, merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan TNI dengan warga melalui pendekatan persuasif dan humanis. Peran aparat kewilayahan tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi persoalan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, mengingat jembatan mengalami kerusakan akibat tergerus aliran air, pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi konstruksi tetap diperlukan untuk memastikan keamanan dan kelayakannya sebelum digunakan.
Melalui sinergi TNI, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan penanganan jembatan dapat mendukung pemulihan akses serta mengembalikan kelancaran aktivitas warga Desa Kumbang Jaya dan sekitarnya.
Penulis: Muhammad Afdha
Editor: Dahlan









