ACEH SELATAN — Kasus malaria di Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Selatan mencatat jumlah kasus terus melonjak sejak 2024 hingga 2026, dengan kelompok pekerja tambang emas sebagai penyumbang terbanyak.
Tren Peningkatan Kasus Malaria
Berdasarkan data Dinkes Aceh Selatan, perkembangan kasus dalam tiga tahun terakhir mencakup:
- 2024: 43 kasus
- 2025: 63 kasus
- 2026 (hingga saat ini): 97 kasus
Langkah Pencegahan dan Imbauan Dinkes
Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Dharma Syahputra, menyatakan bahwa peningkatan kasus ini menjadi perhatian serius. Pihaknya terus melakukan pemantauan, pencegahan, dan penanganan dini guna mengendalikan penyebaran malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
“Upaya pencegahan dan penanganan terus dilakukan, termasuk pemantauan terhadap masyarakat yang mengalami gejala malaria. Kami juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari gigitan nyamuk,” ujar Dharma, Jumat (11/9/2026).
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan dan pengobatan sejak dini di fasilitas kesehatan untuk mencegah potensi penularan yang lebih luas. Selain pemantauan dari pemerintah, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan pelindung dari gigitan nyamuk menjadi kunci utama dalam pengendalian malaria di Aceh Selatan.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









