Home / Internasional

Jumat, 6 November 2026 - 15:49 WIB

Protes Pemotongan Anggaran Pemerintah, Pengunjuk Rasa di Lille Dihadapi Meriam Air dan Gas Asap

REDAKSI

Bentrokan antara polisi antihuru-hara dan pengunjuk rasa terjadi di Lille, Prancis, pada Kamis (5/11/2026). Polisi menyemprotkan meriam air dan menangkap sejumlah demonstran di tengah ledakan petasan serta asap di jalanan.

Bentrokan antara polisi antihuru-hara dan pengunjuk rasa terjadi di Lille, Prancis, pada Kamis (5/11/2026). Polisi menyemprotkan meriam air dan menangkap sejumlah demonstran di tengah ledakan petasan serta asap di jalanan.

LILLE, PRANCIS — Aparat kepolisian antihuru-hara mengerahkan meriam air dan menangkap sejumlah demonstran di Lille pada Kamis (5/11/2026),  seiring pecahnya konfrontasi dalam aksi mogok kerja nasional di Prancis.

Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh kebijakan pemotongan anggaran pemerintah, kenaikan biaya hidup, serta kondisi kerja yang dirasa semakin memberatkan.

Dilansir dari Viory, Jumat (6/11/2026), rekaman di lokasi kejadian memperlihatkan semprotan air bertekanan tinggi menghantam para pengunjuk rasa, sementara kembang api meledak dan kepulan asap memenuhi jalanan kota.

Baca Juga :  Konflik Iran-AS Memanas: Rudal Jelajah Diluncurkan, Ketegangan di Timur Tengah Meningkat

Konfrontasi tersebut terjadi saat kota Lille turut serta dalam gelombang demonstrasi besar-besaran di seluruh wilayah Prancis. Serikat pekerja menuntut kenaikan upah, perbaikan sistem pensiun, serta peningkatan investasi di sektor pendidikan dan layanan publik.

Baca Juga :  Kerugian Kerusuhan di Prancis Capai Ratusan Juta Euro, Pemerintah Antisipasi Demo Susulan

Mobilisasi massa pada hari Kamis ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, pelajar sekolah menengah, guru, pekerja sektor transportasi, staf rumah sakit, hingga pegawai sektor publik lainnya.

Pihak berwenang memperkirakan antara 500.000 hingga 700.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi di seluruh Prancis pada 5 November, dengan mengerahkan sekitar 70.000 personel kepolisian dan keamanan secara nasional.

Baca Juga :  Imam Masjid Al-Aqsa Ditangkap Polisi Israel, Ketegangan di Yerusalem Timur Meningkat

Di sisi lain, gelombang protes pelajar ini sejatinya bermula sejak bulan September lalu. Gerakan tersebut awalnya dipicu oleh memburuknya fasilitas dan kondisi di sebuah sekolah menengah dekat Paris, sebelum akhirnya meluas menjadi gerakan nasional.

Para pelajar menuntut fasilitas yang lebih baik, penambahan jumlah guru, serta peningkatan pendanaan yang memadai untuk sektor pendidikan.

Penulis: Hidayat. S

Editor: DahlanSumber: https://Metrotv

Share :

Baca Juga

Internasional

Iran Berduka 40 Hari, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Wafat

Internasional

PENGAKUAN DUNIA! Prof. Anies Baswedan Raih Penghargaan Bergengsi dari Universitas Wageningen, Belanda

Internasional

Donald Trump Dilaporkan Siap Cairkan Aset Iran Rp102 Triliun demi Stabilitas Selat Hormuz

Berita

Wagub Aceh Hadiri Pembagian Dana Wakaf Habib Bugak di Mekkah

Internasional

Iran Matikan Internet untuk Hadapi Serangan Siber Israel

Internasional

Gubernur Mualem Paparkan Potensi Investasi di Forum ASEAN–Tiongkok

Aceh

Pemerintah Bangladesh Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Aceh

Internasional

Serangan Militer Israel di Jalur Gaza,Puluhan Orang Tewas Saat Antre Makanan