LILLE, PRANCIS — Aparat kepolisian antihuru-hara mengerahkan meriam air dan menangkap sejumlah demonstran di Lille pada Kamis (5/11/2026), seiring pecahnya konfrontasi dalam aksi mogok kerja nasional di Prancis.
Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh kebijakan pemotongan anggaran pemerintah, kenaikan biaya hidup, serta kondisi kerja yang dirasa semakin memberatkan.
Dilansir dari Viory, Jumat (6/11/2026), rekaman di lokasi kejadian memperlihatkan semprotan air bertekanan tinggi menghantam para pengunjuk rasa, sementara kembang api meledak dan kepulan asap memenuhi jalanan kota.
Konfrontasi tersebut terjadi saat kota Lille turut serta dalam gelombang demonstrasi besar-besaran di seluruh wilayah Prancis. Serikat pekerja menuntut kenaikan upah, perbaikan sistem pensiun, serta peningkatan investasi di sektor pendidikan dan layanan publik.
Mobilisasi massa pada hari Kamis ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, pelajar sekolah menengah, guru, pekerja sektor transportasi, staf rumah sakit, hingga pegawai sektor publik lainnya.
Pihak berwenang memperkirakan antara 500.000 hingga 700.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi di seluruh Prancis pada 5 November, dengan mengerahkan sekitar 70.000 personel kepolisian dan keamanan secara nasional.
Di sisi lain, gelombang protes pelajar ini sejatinya bermula sejak bulan September lalu. Gerakan tersebut awalnya dipicu oleh memburuknya fasilitas dan kondisi di sebuah sekolah menengah dekat Paris, sebelum akhirnya meluas menjadi gerakan nasional.
Para pelajar menuntut fasilitas yang lebih baik, penambahan jumlah guru, serta peningkatan pendanaan yang memadai untuk sektor pendidikan.
Penulis: Hidayat. S
Editor: DahlanSumber: https://Metrotv









