Home / Polri / Sosial

Senin, 14 Juli 2025 - 18:51 WIB

Bhayangkari Aspol Punge Galakkan Masakan Bubur Asyura

REDAKSI

Banda Aceh – Bubur Asyura merupakan sejenis bubur manis yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Aceh. Setiap datangnya bulan Muharram, masyarakat Aceh diwarnai oleh tradisi yang begitu lekat dengan nilai kebersamaan. Salah satunya adalah lewat sajian yang disebut bubur Asyura atau dalam bahasa lokal disebut “bubur Asyura Muharam”.

Setiap memasuki tanggal 10 Muharam, aroma rempah dan santan mulai tercium dari berbagai sudut kampung di Aceh. Biasanya, aktivitas ini dimulai sejak pagi. Kaum perempuan bergotong royong untuk menyiapkan bahan guna memasak bubur untuk disajikan kepada warga disaat jelang berbuka puasa.

Bubur Asyura bukan sekadar makanan. Ia adalah simbol. Simbol persaudaraan, kekeluargaan, dan juga penghormatan terhadap peristiwa sejarah silam.

Baca Juga :  Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-79, Polda Aceh Gelar Olahraga Bersama

Sementara itu, Bhayangkari Polresta Banda Aceh yang mendiami Asrama Polisi Punge, hari ini berduyun – duyun menyiapkan bahan untuk pembuatan bubur asyura yang akan dibagikan sore hari.

Ketua Bhayangkari cabang kota Banda Aceh, Ny.Ria Joko berprinsip dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung sehingga sejak bertugas di Serambi Mekkah berusaha menggali apa yang menjadi tradisi yang salah satunya adalah memasak bubur Asyura di bulan Muharam .

“Di Aceh terkenal dengan masakan bubur asyura, dimana masakan ini dimasak dan dibagikan untuk warga yang akan berbuka puasa, sehingga kami yang mendiami Asrama Polisi Punge ini, Insya Allah nanti setelah sholat Ashar akan membagikan kepada warga” ucap Ny Ria Joko, Senin (14/7/2025).

Baca Juga :  BTC Polda Aceh Juara Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup 2025

Kegiatan ini juga mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat Aceh, seperti halnya kawula muda, remaja, yang sudah tidak mengingat lagi bahwa kita disini ada sebuah tradisi yakni memasak bubur Asyura, tutur Isteri Kapolresta Banda Aceh ini.

Ini menjadikan kami tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga merayakannya dengan kekhasan tersendiri, termasuk dalam cara meramu bahan dan menyajikan bubur Asyura. Uniknya, bahan-bahan dalam bubur Asyura di Aceh sangat beragam. Ada beras, jagung, ubi, labu, kacang-kacangan, pisang, santan, bahkan terkadang dimasukkan irisan manisan. Semua bahan ini melambangkan keberagaman dan kekayaan rezeki yang disatukan dalam satu periuk besar, sebut Ketua Bhayangkari Cabang Kota Banda Aceh ini.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Emas, Dua Wanita Muda Ditangkap Polisi di Banda Aceh

Setelah matang, bubur dibagi dalam mangkuk-mangkuk, lalu dibagikan kepada warga yang melintasi jalan depan Asrama Polisi Punge. Disini terlihat ada kebahagiaan sederhana saat melihat senyum mereka yang menerima. Tradisi ini juga jadi sarana berbagi rezeki dan memperkuat silaturahmi antarwarga, di luar perbedaan status sosial, ucap Ny Ria Joko.

“Bubur Asyura memiliki citarasa khas, manis, gurih dengan sedikit aroma jahe dan pandan. Namun, lebih dari rasa, yang paling melekat adalah kenangan tentang bagaimana semua orang terlibat. Tak ada yang merasa asing, semua bagian dari satu keluarga besar apalagi yang menerima pembagian bubur asyura dari Bhayangkari Aspol Punge ini”, pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Hukrim

Polresta Banda Aceh Tangkap Pemerkosa Anak di Bawah Umur

Polri

Kapolda Aceh Terima Audiensi Komnas HAM RI Perwakilan Aceh

Polri

Pos Terpadu Operasi Ketupat Seulawah 2026 dan Objek Wisata di Sabang Ditinjau Kapolda Aceh

Polri

Bareskrim Periksa Admin Kanal YouTube Pandji Terkait Dugaan Penghinaan Suku Toraja

Daerah

Kapolda Aceh Hadiri Pembukaan Mubes Majelis Adat Aceh 2026

Hukum

Edarkan Sabu di Rumah Sakit, Seorang Wanita Diamankan Polisi

Berita

Polres Bireuen Gelar Deklarasi Pembubaran Geng Motor

Polri

Kapolda Aceh Gandeng Komunitas Bahas Green Policing