Home / Ekonomi

Jumat, 18 September 2026 - 14:50 WIB

Dorong Ekonomi dan Kelestarian Hutan, 19 KUPS di Aceh Dapat Pendampingan Program Blended Finance Model

REDAKSI

Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh dapat pendampingan usaha lewat Program Blended Finance Model 2026-2027.

Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh dapat pendampingan usaha lewat Program Blended Finance Model 2026-2027.

BENER MERIAH — Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh kini didorong untuk mengembangkan potensi kawasan hutan menjadi usaha produktif yang ramah lingkungan melalui peluncuran Program Blended Finance Model (BFM) 2026–2027. Program yang memadukan pendampingan usaha dan akses pembiayaan ini resmi diluncurkan di Kampung Bale Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (17/9/2026).

Program ini diinisiasi oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dengan pendanaan dari Pemerintah Inggris melalui UK FCDO dan Global Green Growth Institute (GGGI). Pelaksanaannya berkolaborasi dengan Kementerian Kehutanan, Pemerintah Aceh, serta WRI Indonesia sebagai mitra pelaksana yang akan mendampingi kelompok hingga 2027.

Baca Juga :  Genjot Produksi Pertanian, Wagub Aceh Serahkan Alsintan untuk 3 Kabupaten 

Sebanyak 19 KUPS penerima manfaat tersebar di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Besar, dan Kota Sabang dengan fokus potensi usaha mulai dari agroforestri kopi Gayo, madu trigona, Multi-Purpose Tree Species (MPTS), hingga ekowisata.

Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Marcus Octavianus Susatyo, menegaskan bahwa perhutanan sosial tidak boleh berhenti hanya pada pemberian hak akses legal. Kelompok harus memiliki kemampuan manajemen, pemahaman usaha, serta akses pasar dan pembiayaan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  BSI Gelar BSI Fest Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman

Senada dengan hal itu, Head of PMEL, Managing for Result, and GEDSI WRI Indonesia, Ary Lesmana, menjelaskan bahwa pendampingan tidak langsung berfokus pada pemberian modal, melainkan pembenahan fondasi usaha terlebih dahulu, seperti penguatan kelembagaan, kapasitas usaha, dan kepastian akses pasar.

Peluncuran program di Bener Meriah ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan dryhouse dan gudang kopi di KUPS Agroforestri Kopi Karang Putih, penyerahan alat ekonomi produktif, serta penanaman bibit arboretum varietas kopi Gayo. Selain di Bener Meriah, program ini juga menyasar pengembangan KUPS Ekowisata Serbok Jaboi di Sabang serta penguatan kegiatan ekonomi kelompok perempuan (Women Ranger) LPHK Puteri Pukes di Aceh Tengah.

Baca Juga :  BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Optimistis Ekonomi Tumbuh Menguat

Melalui skema BFM ini, kawasan hutan diharapkan tidak hanya terlindungi secara ekologis, tetapi juga mampu menjadi ruang usaha yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar secara mandiri dan berkelanjutan.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pemeliharaan Gardu Induk Alur Dua Picu Pemadaman Listrik Sehari Penuh di Langsa dan Sekitarnya

Ekonomi

Milad ke-5, BSI Aceh Gelar “Langkah Emas” Dorong Generasi Sehat dan Mandiri Finansial

Ekonomi

BPS Aceh Catat Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 10,40 Ribu Orang per Maret 2026

Ekonomi

BSI Perkuat Pemulihan Pascabencana Lewat Pembangunan Hunian di Aceh, Sumut, dan NTB

Ekonomi

DPRK Dukung Pemko Banda Aceh Lakukan Pengawasan terkait Optimalisasi PAD

Ekonomi

Bank Aceh Buka Rekrutmen ODP untuk Tiga Posisi Strategis Hingga 23 Agustus 2026

Ekonomi

BSI Aceh Gelar Tarhib Ramadhan, Salurkan 500 Paket Sembako di Masjid Raya Baiturrahman

Ekonomi

Pangdam Iskandar Muda Terima Audiensi Direktur Utama Bank Aceh di Makodam IM