KUALASIMPANG – Mantan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Aceh Tamiang, Bambang Supriyanto, resmi kembali ke dunia pendidikan dengan mengemban amanah baru sebagai Kepala SMA Muhammadiyah Kualasimpang. Tugas tersebut diterimanya tidak lama setelah memungkasi masa baktinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada akhir 2025.
Bambang mengaku sempat berencana memanfaatkan masa pensiunnya untuk beristirahat tenang bersama keluarga. Namun, setelah mempertimbangkan tawaran yang ada selama empat hari serta memperoleh dorongan penuh dari keluarga dan sang istri, ia memutuskan untuk kembali mengabdi.
“Anak-anak pun sudah mandiri, jadi memang niatnya mau istirahat,” ujar Bambang, Senin (5/10/2026). “Saya menganggapnya ini bagian ibadah, lagian ini bidang saya. Saya guru sejak tahun 1990-an.”
Pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, ini memiliki jejak rekam panjang di dunia pendidikan yang dimulai sejak 1992 di SMPN 2 Serbajadi, Aceh Timur. Kala itu, akses jalan ke wilayah tempatnya mengajar masih sangat sulit dan sering berlumpur saat hujan.
Dedikasinya membawa Bambang dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, di antaranya:
- 2017–2020: Kepala SMPN 4 Percontohan Aceh Tamiang.
- 2020–2022: Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang.
- 2022: Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada dinas yang sama.
- Hingga akhir 2025: Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Aceh Tamiang.
Bawa Misi Mitigasi Bencana ke Lingkungan Sekolah
Pengalamannya di BPBD memicu keinginan Bambang untuk menanamkan pemahaman mitigasi bencana kepada para siswa sejak dini agar mereka mampu menjadi duta pengurangan risiko bencana.
“Belajar dari banjir bandang 2025, saya berpikir anak-anak harus memahami dan menjadi duta mitigasi di lingkungan masing-masing. Caranya bagaimana, ya kami berikan pemahaman kepada siswa dan mengubah beberapa bentuk bangunan fisik sesuai standar keamanan bencana,” jelasnya.
Pernah Selamatkan Sekolah Muhammadiyah
Kembali bergabungnya Bambang di lingkungan Muhammadiyah turut difasilitasi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Tamiang, Mukhlis. Bagi Mukhlis, penunjukan Bambang bak mengulang sejarah sukses masa lalu.
Mukhlis mengisahkan bahwa pada dekade 1990-an, SMP Muhammadiyah Kualasimpang sempat terancam ditutup karena hanya memiliki 42 murid. Setelah Bambang diminta memimpin, jumlah siswa melonjak menjadi sekitar 100 orang dalam satu tahun.
“Kalau sekarang jangan ditanya, muridnya sudah lebih 600 orang, dan tahun depan sudah dipesan 300 kursi,” kata Mukhlis.
Kini, berbekal gabungan pengalaman sebagai pendidik, pejabat dinas, dan pengelola kebencanaan, Bambang berharap dapat terus mengembangkan SMA Muhammadiyah Kualasimpang. Selain berfokus pada pencapaian akademik, ia juga berkomitmen membekali para siswa dengan pemahaman kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









