Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terbaru mengenai rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam periode 7–8 April 2026. Banjir dan cuaca ekstrem tercatat sebagai kejadian paling dominan yang berdampak pada ribuan warga di Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa.
1. Provinsi Bengkulu: Ribuan Rumah Terendam
Banjir besar melanda Kota Bengkulu sejak Senin (6/4) pukul 02.00 WIB akibat curah hujan tinggi. Air dengan ketinggian 30 hingga 100 cm menggenangi permukiman di 26 kelurahan yang tersebar di 8 kecamatan.
Dampak: 2.855 rumah terendam, serta kerusakan pada satu fasilitas ibadah dan satu fasilitas pendidikan.
Wilayah Terdampak: Kec. Singaran Pati, Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Selebar, Ratu Samban, Sungai Serut, Kampung Melayu, dan Gading Cempaka.
Penanganan: BPBD melakukan evakuasi warga, pendirian tenda pengungsian, dan penyaluran logistik. Meski mulai surut pada Selasa (7/4), petugas tetap siaga menghadapi potensi air kiriman dari hulu.
Selain di kota, Kabupaten Bengkulu Tengah juga terdampak banjir sejak Minggu (5/4). Sebanyak 219 KK di 9 desa (Kecamatan Talang Empat, Karang Tinggi, dan Pondok Kubang) terkena dampak, namun saat ini kondisi dilaporkan telah surut total.
2. Kalimantan Selatan: Banjir Mencapai 1,3 Meter
Di Kabupaten Banjar, tepatnya di Desa Tanah Abang, Kecamatan Mataraman, banjir merendam permukiman pada Senin (6/4) siang.
Dampak: 74 KK (180 jiwa) terdampak dengan ketinggian air mencapai 130 cm.
Status: Air telah surut pada Selasa, namun warga diminta tetap waspada karena posisi geografis wilayah yang rendah dan rawan tergenang kembali.
3. Jawa Timur: Kerusakan Akibat Angin Kencang
Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang melanda Kabupaten Nganjuk pada Senin (6/4) sore. Fokus kerusakan berada di Kecamatan Wilangan.
Kerusakan: 62 rumah mengalami kerusakan bagian atap (41 di Desa Ngadipiro, 21 di Desa Wilangan) dan satu fasilitas TPU terdampak pohon tumbang.
Penanganan: BPBD bersama warga telah melakukan gotong royong pembersihan puing dan perbaikan rumah. Cuaca di lokasi dilaporkan mulai membaik sejak Selasa.
Menghadapi masa peralihan musim, BNPB menekankan beberapa poin penting bagi masyarakat:
Waspada Cuaca Ekstrem: Potensi puting beliung, angin kencang, dan hujan lebat mendadak masih tinggi.
Kesiapsiagaan Mandiri: Masyarakat diminta menyiapkan Tas Siaga Bencana (dokumen penting, kebutuhan dasar, dan alat darurat).
Pantau Debit Air: Warga di bantaran sungai diimbau melakukan evakuasi mandiri jika hujan deras turun dengan durasi lama.
Sumber Informasi: Selalu merujuk pada data resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG untuk menghindari disinformasi.
”Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam meminimalisir risiko bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu, baik bencana hidrometeorologi maupun geologi seperti gempa bumi,” tulis laporan resmi tersebut.
Editor: Redaksi









