ACEH UTARA — Pencairan bantuan jatah hidup (jadup) bagi penyintas banjir besar di Aceh Utara berdampak pada meningkatnya pembelian perhiasan emas. Dalam sepekan terakhir, jumlah pembeli di Toko Emas Murni II, Keude Geudong, Kecamatan Samudera, meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan hari biasa.
Pemilik Toko Emas Murni II, Ridwan, mengatakan lonjakan pembelian mulai terlihat setelah bantuan jadup dan perabot rumah tangga bagi penyintas banjir dicairkan.
“Peningkatan warga membeli emas di toko sekitar 50 persen lebih dibandingkan hari biasa. Kondisi itu terlihat sejak cairnya bantuan uang jadup,” kata Ridwan, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Menurut Ridwan, berdasarkan pengakuan sejumlah pembeli, emas dipilih sebagai bentuk simpanan agar uang bantuan tidak habis sekaligus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagian warga membeli perhiasan dalam jumlah terbatas untuk disimpan. Emas tersebut dapat dijual kembali apabila sewaktu-waktu mereka membutuhkan uang untuk keperluan mendesak.
“Mereka beli agar uang yang diterima tidak habis sekaligus. Sehingga begitu cair jadup membeli emas ala kadarnya untuk disimpan,” ujarnya.
Di sisi lain, Ridwan menyebutkan harga emas di Aceh Utara relatif stabil dalam dua bulan terakhir. Belum terlihat perubahan harga yang signifikan pada sejumlah jenis emas yang dijual di tokonya.
Saat ini, harga emas murni mencapai Rp 7.100.000 per mayam atau sekitar tiga gram. Sementara emas jenis London dijual Rp 6.700.000 per mayam dan emas paon Rp 1.850.000 per gram.
“Kita tidak mengetahui secara pasti apakah ada potensi naik lagi ke depan, atau malah bertahan seperti harga sekarang,” ujarnya.
Meningkatnya pembelian tersebut menunjukkan sebagian penyintas memilih menyimpan sebagian bantuan dalam bentuk perhiasan. Namun, keputusan menjadikan emas sebagai simpanan tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan pokok dan biaya pemulihan rumah tangga pascabencana.***
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









