Home / Ekbis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Dorong Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Dedi Lamra Minta BUMN di Aceh Gandeng Pengusaha dan Tenaga Kerja Lokal

REDAKSI

Alumni Lemhannas Dedi Lamra minta Pemprov Aceh wajibkan BUMN libatkan pengusaha & tenaga kerja lokal sebagai mitra, bukan subkon, lengkap pembinaan agar naik kelas.

Alumni Lemhannas Dedi Lamra minta Pemprov Aceh wajibkan BUMN libatkan pengusaha & tenaga kerja lokal sebagai mitra, bukan subkon, lengkap pembinaan agar naik kelas.

BANDA ACEH — Aktivis sosial-politik sekaligus Alumni P3N XXVI Lemhannas RI, Dedi Sumardi Nurdin atau yang akrab disapa Dedi Lamra, mengapresiasi langkah Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh yang mendorong investor untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Dedi menilai, kebijakan tersebut sudah sepatutnya diperluas dan diterapkan secara menyeluruh kepada seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beraktivitas di Tanah Rencong.

Menurut pengusaha muda Aceh ini, kehadiran BUMN di Aceh tidak boleh sebatas menjalankan aktivitas bisnis semata, tetapi harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat serta pelaku usaha daerah.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Komitmen Ciptakan Kebijakan Strategis untuk Dongkrak Ekonomi

“Saya berharap Pemerintah Aceh dapat memanggil atau menyurati seluruh BUMN yang beroperasi di Aceh agar pengusaha lokal tidak hanya menjadi subkontraktor dari anak – cucu perusahaan maupun perusahaan luar, tetapi benar-benar diberikan kesempatan menjadi mitra usaha dan bagian dari rantai ekonomi perusahaan,” ungkap Dedi Lamra, Rabu (7/10/2026).

Dedi menambahkan, peluang kemitraan ini sangat terbuka lebar mengingat banyaknya BUMN yang menanamkan investasi serta menjalankan operasinya di wilayah Aceh. Kendati demikian, ia menekankan bahwa bentuk kerja sama yang terbangun tidak boleh sekadar pemberian pekerjaan formalitas.

Baca Juga :  Akademisi USK: Kenaikan Pertamax Dipicu Geopolitik Global, Pemerintah Perlu Perkuat Transportasi Publik dan Dukung UMKM

Lebih dari itu, BUMN dituntut untuk memberikan pembinaan berkelanjutan, transfer pengetahuan dan teknologi, pendampingan manajemen, pembukaan akses pasar, hingga peningkatan kapasitas agar pengusaha daerah mampu naik kelas secara kualitas.

“Jangan sampai pengusaha Aceh hanya menjadi penonton atau sekadar pelaksana untuk menyukseskan kegiatan usaha. Kita ingin pengusaha Aceh mendapat kesempatan untuk belajar, berkembang dan meningkatkan kapasitas, sehingga mampu menjadi mitra yang kuat dan profesional,” tegasnya.

Ia pun menaruh harapan besar agar Pemerintah Aceh mengambil peran aktif dalam mendorong komitmen BUMN. Menurutnya, BUMN merupakan salah satu instrumen strategis yang tidak hanya ampuh menyerap tenaga kerja lokal, tetapi juga menjadi tulang punggung penguat perekonomian daerah.

Baca Juga :  BPMA Fasilitasi Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat di Aceh

“Aktivitas bisnis BUMN harus mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah. Bukan hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga membuka ruang bagi pengusaha lokal untuk naik kelas, meningkatkan kualitas SDM, memperluas akses pasar, serta memperkuat ekonomi masyarakat. Dengan demikian, kehadiran BUMN di Aceh dapat ikut melahirkan perusahaan lokal yang kuat, mandiri dan berdaya saing,” tutup Dedi Lamra.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Dampak Rencana Kebijakan Ekspor Satu Pintu BUMN, Harga TBS Sawit di Aceh Anjlok

Ekbis

ESDM Aceh Tegaskan Kewenangan Pengelolaan IUP ada di Tangan Pemerintah Provinsi

Berita

BSI Aceh Siapkan 41 Cabang Weekend Banking Selama Februari 2025

Berita

Perkuat Transaksi Ritel UMKM, BSI Aceh Optimalkan Ekosistem Pasar

Ekbis

Potensi dan Tantangan Bank Aceh Pasca Menyandang Status Bank Devisa

Ekbis

Pasca Lebaran, Harga Emas di Banda Aceh Anjlok ke Rp8,1 Juta per Mayam

Ekbis

KKI 2026 Bernuansa Aceh, Kak Na Apresiasi Bank Indonesia

Ekbis

Gadai Emas Naik 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir