BANDA ACEH — Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin Thahir, S.Pd.I., M.Pd.I., secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan Terpadu Pengembangan Dayah se-Aceh Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Rabu (26/8/2026).
Rakor yang dihadiri oleh jajaran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), perwakilan Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten/Kota, serta unsur akademisi dan stakeholder pendidikan dayah ini digelar guna menyelaraskan visi, arah kebijakan, dan program kerja pengembangan dayah secara terpadu dan berkelanjutan di seluruh wilayah Aceh.
Dalam pidato pembukaannya, Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin Thahir, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, terukur, serta berbasis kebutuhan riil di lapangan. Hal ini diperlukan agar alokasi anggaran dan program pengembangan dayah tepat sasaran serta membawa dampak signifikan bagi peningkatan mutu pendidikan Islam.
“Perencanaan yang terpadu dan terintegrasi adalah kunci utama dalam memajukan lembaga dayah. Kita harus memastikan bahwa setiap program yang dirancang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek penguatan manajemen, peningkatan kualitas SDM pengajar, peningkatan kesejahteraan guru, serta pemberdayaan ekonomi dayah,” tegas Muhsin Thahir di hadapan para peserta rakor.
Beliau juga mengingatkan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan tertib administrasi dalam pengelolaan program pengembangan dayah. Sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus terus ditingkatkan demi menciptakan ekosistem pendidikan dayah yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Selama kegiatan rakor berlangsung, para peserta mendapatkan pemaparan materi serta ruang diskusi interaktif mengenai penyusunan program prioritas, sinkronisasi data dayah, dan evaluasi capaian kinerja pembangunan pendidikan dayah.
Melalui penyelenggaraan Rakor Perencanaan Terpadu ini, Pemerintah Aceh berharap tercipta pemahaman yang sama di antara seluruh pemangku kepentingan, sehingga pembangunan dan pengembangan dayah di Aceh dapat berjalan sinergis, efektif, serta mampu melahirkan generasi santri yang unggul, mandiri, dan berakhlakul karimah. [Adv]
Editor: Redaksi









