Banda Aceh — Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Demokrat, Nora Idah Nita, mendesak pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut lambannya realisasi bantuan bagi korban banjir, khususnya di Aceh Tamiang.
Dalam rapat paripurna DPR Aceh yang dihadiri Gubernur Aceh, Kapolda, dan unsur Forkopimda, Senin, 6 April 2026, Nora menilai pemulihan pascabencana sejak November 2025 belum berjalan optimal.
Ia menyoroti sejumlah bantuan yang dijanjikan, mulai dari rehabilitasi rumah, bantuan perabotan, hingga jaminan hidup (jadup), yang hingga kini belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
“Bantuan dari pusat, termasuk rehab rumah dan jadup, belum terealisasi maksimal. Masyarakat masih menunggu kepastian,” ujarnya.
Menurut Nora, persoalan ini tidak hanya terjadi di Aceh Tamiang, tetapi juga di sejumlah wilayah terdampak lainnya. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya mekanisme penyaluran bantuan.
Ia menegaskan, Pansus diperlukan untuk mengaudit dan mengevaluasi seluruh proses, mulai dari pendataan hingga distribusi bantuan, baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun APBA.
“Kita perlu memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak tersendat di lapangan,” tegasnya.
Nora juga menyoroti dampak lanjutan bencana, termasuk terputusnya akses ke Aceh Tengah akibat banjir terbaru. Ia menilai hal itu menjadi peringatan bahwa penanganan bencana belum berjalan optimal dan membutuhkan koordinasi yang lebih kuat.
“Jangan biarkan masyarakat terus menunggu tanpa kepastian. DPR Aceh harus segera mengambil langkah konkret,” ujarnya.
Ia berharap pembentukan Pansus dapat memperkuat fungsi pengawasan sekaligus mempercepat pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana. [Adv]
Editor: Redaksi









