Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Saifuddin Muhammad, yang akrab disapa Yah Fud, melayangkan desakan keras kepada Pemerintah Pusat. Ia meminta komitmen nyata untuk segera merealisasikan pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) Aceh senilai Rp1,7 triliun.
Dana tersebut sebelumnya sempat dipotong dengan alasan efisiensi dalam APBN 2026. Namun, bagi Aceh, anggaran tersebut kini menjadi instrumen vital untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025 lalu.
“Kami selaku pimpinan DPRA meminta kepada pemerintah pusat untuk segera merealisasikan pengembalian TKD Rp1,7 triliun tersebut, baik untuk tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tegas Yah Fud, Rabu (28/1/2026).
Urgensi Pemulihan Pascabencana
Yah Fud menjelaskan bahwa pengembalian dana ini bersifat krusial. Kondisi infrastruktur di berbagai wilayah Aceh saat ini membutuhkan penanganan segera agar roda ekonomi dan aktivitas publik tidak lumpuh total.
Menurutnya, anggaran tersebut akan dialokasikan pada tiga sektor utama:
Restorasi Infrastruktur: Perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang rusak parah.
Bantuan Sosial: Penyaluran bantuan langsung bagi masyarakat terdampak.
Pemulihan Ekonomi: Menjalankan program strategis untuk membangkitkan sektor ekonomi warga pascabencana.
“Bencana banjir dan tanah longsor telah menyebabkan kerugian materil yang sangat besar. Banyak rumah dan akses publik yang hancur. Dana TKD ini adalah kunci untuk memperbaiki kerusakan tersebut,” tambahnya.
Menagih Komitmen Pusat
Lebih lanjut, Yah Fud menekankan bahwa pengembalian TKD bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk komitmen dan kepedulian Pemerintah Pusat terhadap stabilitas di Aceh. Ia berharap janji tersebut segera ditepati agar proses pemulihan tidak terhambat oleh kendala anggaran.
“Kami percaya Pemerintah Pusat memiliki atensi besar terhadap Aceh. Namun, kami butuh langkah konkret agar dana ini segera cair dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas politisi tersebut. [Adv]
Editor: Redaksi












