Banda Aceh – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pelatihan Peningkatan Pola Hidup Sehat yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh. Acara penutupan tersebut berlangsung dengan khidmat di aula utama instansi terkait pada Selasa (23/06/2026).
Pelatihan yang telah berlangsung selama beberapa hari ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari kader posyandu, perwakilan TP-PKK gampong, pemuda, serta tokoh masyarakat dari berbagai kecamatan di wilayah Banda Aceh. Program ini diinisiasi sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan angka penyakit tidak menular (PTM) serta meningkatkan angka harapan hidup masyarakat kota.
Preventif Lebih Utama daripada Kuratif
Dalam sambutannya sebelum menutup acara secara resmi, Farid Nyak Umar menekankan pentingnya pergeseran paradigma masyarakat dalam memandang kesehatan. Menurutnya, menjaga kesehatan melalui tindakan preventif (pencegahan) jauh lebih murah dan efektif ketimbang melakukan tindakan kuratif (pengobatan).
“Sehat itu adalah investasi masa depan. Menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan mengelola stres adalah kunci utama. Melalui pelatihan ini, kita ingin masyarakat Banda Aceh tidak hanya berobat saat sudah sakit, tetapi sadar untuk mencegahnya sejak dini,” ujar Farid di hadapan para peserta.
Farid juga menambahkan bahwa Komisi IV DPRK Banda Aceh berkomitmen penuh untuk terus mendukung program-program Dinas Kesehatan yang menyentuh langsung ke akar rumput. Menurutnya, anggaran daerah akan dialokasikan secara proporsional untuk memastikan program promotif dan preventif seperti ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat gampong.
Tiga Poin Utama Peningkatan Pola Hidup Sehat
Selama pelatihan berlangsung, para peserta dibekali dengan berbagai materi esensial oleh para narasumber dan ahli kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh merumuskan tiga poin utama yang diharapkan dapat langsung dipraktikkan dan disebarluaskan oleh para peserta di lingkungan tempat tinggal mereka:
Penerapan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat): Mengajak warga untuk rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, mengonsumsi buah dan sayur, serta memeriksakan kesehatan secara berkala.
Edukasi Gizi Seimbang dan Pencegahan Stunting: Memberikan pemahaman mendalam mengenai pengolahan makanan sehat berbasis pangan lokal demi memenuhi gizi keluarga dan menekan angka stunting di Banda Aceh.
Sanitasi dan Lingkungan Bersih: Menanamkan kesadaran collective untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah dan fasilitas publik guna mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan seperti DBD dan diare.
Melahirkan Agen Perubahan di Tingkat Gampong
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan oleh pimpinan dan anggota Komisi IV DPRK Banda Aceh. Pihaknya berharap output dari pelatihan ini tidak berhenti pada seremonial belaka, melainkan melahirkan “agen perubahan” (agent of change) di tengah masyarakat.
“Para peserta yang hadir di sini adalah perpanjangan tangan kami. Setelah penutupan ini, tugas berat menanti mereka untuk mengedukasi keluarga, tetangga, dan warga di gampong masing-masing agar sadar akan pentingnya pola hidup sehat,” pungkas Kadinkes.
Acara penutupan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat pelatihan secara simbolis oleh Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, kepada perwakilan peserta, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai tanda berakhirnya program pembekalan tersebut.
Editor: Redaksi









