Home / Parlementarial

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:30 WIB

DPRK Banda Aceh Minta Satpol PP Bongkar Sindikat Eksploitasi Anak Pengemis

Redaksi

Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah SE, mendesak Satpol PP dan WH bertindak tegas membongkar dugaan sindikat eksploitasi anak di bawah umur yang dijadikan pengemis di sejumlah fasilitas publik di Banda Aceh. Jumat 16 Januari 2026.

Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah SE, mendesak Satpol PP dan WH bertindak tegas membongkar dugaan sindikat eksploitasi anak di bawah umur yang dijadikan pengemis di sejumlah fasilitas publik di Banda Aceh. Jumat 16 Januari 2026.

Banda Aceh – Fenomena anak-anak di bawah umur yang mengemis di sejumlah fasilitas publik di Kota Banda Aceh kembali menuai sorotan. Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Gerindra, Irwansyah, SE, mendesak Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) agar bertindak lebih tegas dan tidak setengah-setengah dalam menangani persoalan tersebut.

Irwansyah menilai, keberadaan anak-anak yang mengemis di persimpangan jalan, kawasan wisata, masjid, hingga pusat keramaian bukan lagi persoalan sosial biasa. Menurutnya, praktik ini telah mengarah pada dugaan eksploitasi anak oleh pihak-pihak tertentu yang terorganisir, sehingga membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

“Ini persoalan serius dan tidak boleh dianggap sepele. Anak-anak di bawah umur seharusnya mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan pembinaan, bukan justru berada di jalanan untuk mengemis,” ujar Irwansyah kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga :  Ketua Komisi 1 DPRA: TNI Jangan Salah Kaprah, Fokus Tangani Bencana

Ia menegaskan, aktivitas mengemis yang melibatkan anak-anak tidak hanya melanggar hak-hak anak, tetapi juga berdampak pada ketertiban umum serta citra Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi dan kota tujuan wisata religi.

Lebih jauh, Irwansyah mengungkapkan bahwa dari hasil pengamatannya di lapangan, terdapat indikasi kuat anak-anak tersebut tidak turun ke jalan atas kemauan sendiri. Beberapa di antaranya mengaku diantar dan diarahkan oleh orang dewasa, bahkan ditentukan lokasi serta waktu mereka mengemis.

Baca Juga :  Mantan Anggota DPRA Tezar Azwar Tutup Usia Mendadak! Diduga Kuat Akibat Serangan Jantung

“Ini sudah bukan lagi soal kemiskinan semata. Ada dugaan kuat anak-anak ini dieksploitasi oleh pihak yang mengambil keuntungan dari penderitaan mereka. Ada yang mengatur jam, tempat, bahkan mengawasi,” tegasnya.

Ia pun mengkritik pola penertiban yang selama ini dilakukan Satpol PP dan WH yang dinilai masih bersifat sementara. Menurutnya, penanganan seperti itu tidak akan menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

“Kalau hanya ditertibkan lalu dilepas kembali, mereka akan turun lagi ke jalan. Yang harus dilakukan adalah membongkar siapa yang mengorganisir dan siapa yang mengambil keuntungan dari praktik ini,” ujarnya.

Irwansyah mendorong agar Satpol PP dan WH berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Sosial, aparat penegak hukum, serta instansi terkait lainnya, sehingga penanganan tidak berhenti di permukaan, tetapi menyentuh akar persoalan.

Baca Juga :  Komisi II DPRA Dorong Perubahan Qanun Perikanan Aceh Untuk Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Selain penindakan hukum terhadap pelaku eksploitasi, ia juga menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan terhadap anak-anak yang menjadi korban. Pemerintah Kota Banda Aceh diminta hadir secara nyata dengan memberikan pembinaan, pendidikan, serta jaminan perlindungan yang layak.

“Perlindungan anak adalah amanat undang-undang sekaligus nilai keislaman yang harus kita junjung tinggi. Banda Aceh adalah kota syariat Islam dan wajah Aceh di mata dunia. Jangan sampai praktik eksploitasi anak terus terjadi di ruang-ruang publik,” pungkas Irwansyah.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Tuanku Muhammad Resmikan Balai Pengajian Taklimul Ummat di Lamgugob

Aceh

DPRA Bahas Qanun Ketertiban Umum, Atur Aktifitas Malam dan Etika Sosial Bagi Perempuan

Parlementarial

DPRA Terima Kunjungan Banmus DPRD Batu Bara, Bertukar Pandangan Tingkatkan Tata Kelola Agenda Kelembagaan

Berita

Komisi I DPRA Soroti Desa Terisolir di Aceh Utara Pasca Bencana

Parlementarial

Ketua DPR Aceh Dukung Penuh Upaya Gubernur Tambah Kuota Haji: “Ini Soal Pelayanan Umat”

Berita

Anggota DPRA Minta Pemkab dan Penegak Hukum Tertibkan Biliar di Aceh Tenggara yang Dijadikan Judi

Parlementarial

Dukung Honorer R2/R3 Komisi I DPRA Gelar Rapat Di KemenPAN

Parlementarial

Wali Kota dan Ketua DPRK Serahkan Atribut Baru untuk Jukir di Banda Aceh