JAKARTA — Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil Abil Rzayev, mengapresiasi dukungan Indonesia terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negaranya dalam peringatan enam tahun Victory Day Azerbaijan yang digelar di Jakarta, Jumat (06/11/2026).
Dubes Rzayev mengatakan dukungan Indonesia merupakan bentuk solidaritas dan persahabatan yang telah terjalin lama antara kedua negara.
“Kami sangat menghargai dukungan Republik Indonesia yang telah berlangsung lama dan berprinsip dalam hal ini,” ujar Dubes Rzayev.
Ia menyampaikan apresiasi tersebut kepada negara-negara sahabat yang secara konsisten mendukung kedaulatan dan integritas teritorial Azerbaijan berdasarkan hukum internasional serta prinsip-prinsip Piagam PBB.
Peringatan Victory Day tersebut mengenang kemenangan Azerbaijan dalam Perang Patriotik 44 Hari pada 2020 yang disebut Dubes Rzayev sebagai momen bersejarah bagi negaranya. Ia mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil dari upaya bertahun-tahun untuk memperkuat kenegaraan, persatuan nasional, dan kemampuan pertahanan Azerbaijan di bawah kepemimpinan Presiden Ilham Aliyev.
“Kemenangan bersejarah pada 2020 merupakan momen yang menentukan bagi Azerbaijan dan menjadi puncak dari upaya bertahun-tahun untuk memperkuat kenegaraan, persatuan nasional, dan kemampuan pertahanan kami,” kata Dubes Rzayev.
Komitmen Azerbaijan terhadap Perdamaian Kawasan
Setelah kemenangan tersebut, Azerbaijan memulai pembangunan kembali wilayah Garabagh dan East Zangezur melalui program Great Return untuk memfasilitasi kepulangan masyarakat ke tanah leluhur mereka.
Dubes Rzayev menyebut lebih dari 300.000 hektare lahan telah dibersihkan dari ranjau dan persenjataan yang belum meledak, sementara lebih dari 40.000 orang telah kembali ke 47 permukiman. Hampir 100.000 orang kini tinggal, belajar, dan bekerja di wilayah tersebut.
Selain membangun kembali permukiman, Azerbaijan juga mengembangkan infrastruktur transportasi, energi, dan sosial yang mencakup tiga bandara internasional, jalan, sekolah, fasilitas kesehatan, serta proyek energi terbarukan. Dubes Rzayev mengatakan pembangunan tersebut bertujuan menjadikan Garabagh dan East Zangezur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran.
Di sisi lain, ia menegaskan Azerbaijan tetap berkomitmen mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan dan menyeluruh di kawasan Kaukasus Selatan.
“Visi kami adalah membangun kawasan yang didasarkan pada saling menghormati kedaulatan dan integritas teritorial, hubungan bertetangga yang baik, stabilitas, serta kerja sama ekonomi,” ujarnya.
Menurut Dubes Rzayev, perdamaian yang berkelanjutan akan membuka peluang baru bagi konektivitas regional, pembangunan, dan kemakmuran seluruh negara serta masyarakat di kawasan tersebut.
Penulis : Hidayat. S
Editor: Dahlan









