Home / Aceh

Sabtu, 7 November 2026 - 06:12 WIB

Pangdam IM dan Menko Kumham Imipas Tegaskan Komitmen Pengusutan Insiden di Pidie

REDAKSI

Pemerintah dan Kodam IM menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya korban Abzalul Riza (20) serta mendoakan kesembuhan bagi 13 korban luka-luka.

Pemerintah dan Kodam IM menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya korban Abzalul Riza (20) serta mendoakan kesembuhan bagi 13 korban luka-luka.

Banda Aceh – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi, S.A.P., M.M., mendampingi Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., dalam konferensi pers terkait insiden di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dan 13 orang lainnya menjadi korban. Kegiatan berlangsung di Gedung VVIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga :  Plt Sekda Lepas Kontingen FORNAS 2025 ke NTB, Bawa Misi Budaya dan Sportivitas

Dalam kesempatan tersebut, Yusril menegaskan pemerintah berkomitmen mengusut tuntas peristiwa yang terjadi pada 4 November 2026 itu. Pemerintah telah berkoordinasi dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan bersama Komnas HAM perwakilan Aceh yang dijadwalkan turun ke Aceh pada Minggu (8/11/2026).

Penyelidikan tersebut bertujuan mengungkap kronologi dan fakta kejadian, termasuk memastikan penyebab luka yang dialami para korban. Yusril juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Abzalul Riza (20) serta berharap para korban lainnya segera pulih.

Baca Juga :  Sekda Aceh Tinjau Penanganan Darurat Bencana dan Kerusakan Jalan di Aceh Utara ‎

Sementara itu, Pangdam IM menyampaikan bahwa Kodam Iskandar Muda tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan peristiwa tersebut ditangani secara profesional dan sesuai ketentuan hukum. Terkait pengamanan di lokasi, berdasarkan keterangan awal prajurit yang bertugas, tidak seluruh personel membawa senjata api, sedangkan munisi yang digunakan berupa munisi hampa dan karet. Keterangan tersebut menjadi bagian dari proses pendalaman.

Pangdam IM mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga persatuan dan keamanan Aceh.

Baca Juga :  Polda Aceh Bekerja Sama dengan SPGG Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir

Di sisi lain, Yusril menegaskan pemerintah menghormati tradisi masyarakat Aceh dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia mengajak para ulama, teungku, dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar persoalan pengibaran bendera bulan bintang tidak kembali menimbulkan konflik.

Kedua pejabat tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, menghormati proses penyelidikan, dan mempercayakan penanganan peristiwa kepada pihak berwenang demi terwujudnya Aceh yang aman, damai, dan kondusif.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh

Mesium Kodam Iskandar Muda resmi dibuka

Agama

PCNU Aceh Barat Utus 14 Delegasi Hadiri Muktamar NU ke-35 di Jombang

Aceh

Tim Kesehatan Gabungan TNI Relawan beri Pelayanan Medis dan Trauma Healing bagi Anak-anak Korban banjir di Bener Meriah

Aceh

Kapolda Aceh: Waktunya Membangun, Disharmoni No

Aceh

Sidak Tiga SPBU Banda Aceh, Pertamina dan Pemprov Aceh Temukan Indikasi Penyimpangan BBM Subsidi

Aceh

DPW Solidarity Squad Aceh Apresiasi Mualem Cabut Pergub JKA

Aceh

Peringati Hari Anak Nasional, Kak Na Ajak Anak Aceh Lestarikan Permainan Tradisional

Aceh

Sekda Aceh Buka Aceh Waqaf Summit 2025 Dorong Wakaf Produktif sebagai Fondasi Kemakmuran Aceh