GAZA — Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali memanas setelah serangkaian serangan militer Israel menewaskan delapan warga Palestina, termasuk seorang anak, dan menyebabkan sejumlah lainnya mengalami luka-luka pada Minggu, 1 November 2026.
Serangan terbaru ini menambah panjang daftar korban jiwa di tengah situasi yang rapuh akibat pelanggaran gencatan senjata yang terus dilaporkan terjadi di berbagai wilayah kantong Palestina tersebut.
Serangan di Khan Younis dan Kepanikan di Dekat Sekolah
Berdasarkan keterangan dari sumber medis di Rumah Sakit Nasser yang terletak di Khan Younis, Gaza selatan, lima warga Palestina dinyatakan tewas akibat serangan udara yang menyasar kawasan al-Mawasi, yang terletak di sebelah barat kota tersebut.
Sumber-sumber lokal di lapangan melaporkan bahwa serangan yang merupakan bagian dari pelanggaran gencatan senjata ini menghantam area di sekitar fasilitas pendidikan yang difungsikan untuk anak-anak. Insiden tersebut seketika memicu gelombang kepanikan yang luar biasa di antara para pengungsi dan anak-anak yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Korban Jiwa di Kota Gaza Akibat Serangan Drone
Dalam insiden terpisah di Kota Gaza, sumber medis di Rumah Sakit al-Shifa mengonfirmasi bahwa tiga warga Palestina, yang di antaranya melibatkan seorang anak di bawah umur, turut menjadi korban jiwa akibat serangan udara Israel yang menerjang Jalan al-Thawra.
Selain korban tewas, enam warga sipil lainnya dilaporkan menderita luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Menurut kesaksian sumber-sumber lokal, serangan tersebut dilakukan menggunakan sebuah drone (pesawat nirawak) milik militer Israel yang dengan sengaja menargetkan sekumpulan warga sipil yang sedang berkumpul di kawasan Jalan al-Thawra.
Akumulasi Korban dan Kehancuran Infrastruktur
Kementerian Kesehatan Gaza merilis data komprehensif mengenai dampak dari eskalasi berkepanjangan ini:
Pelanggaran Gencatan Senjata: Sejak dimulainya rentetan pelanggaran gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, tercatat sebanyak 1.580 warga Palestina tewas dan 5.711 lainnya mengalami luka-luka.
Total Korban Sejak Oktober 2023: Secara keseluruhan, eskalasi konflik yang meletus sejak Oktober 2023 telah merenggut nyawa lebih dari 74.000 warga Palestina, dengan jumlah korban terluka melampaui 175.000 orang.
Krisis Infrastruktur: Kementerian Kesehatan Gaza juga mencatat bahwa sekitar 90 persen dari total infrastruktur sipil di seluruh wilayah Jalur Gaza kini telah mengalami kehancuran total akibat gempuran yang terus-menerus terjadi.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









