Home / Politik

Senin, 30 Maret 2026 - 13:16 WIB

Gelar Halal Bihalal Bersama Insan Pers, HRD Tegaskan Media Adalah Mitra Strategis PKB Aceh

REDAKSI

Ketua DPW PKB Aceh, Haji Ruslan Daud (HRD), berbincang akrab dengan sejumlah jurnalis saat acara Halal Bihalal Idulfitri 1447 H di Solong Jembatan Pango, Banda Aceh, Senin (30/03/2026).

Ketua DPW PKB Aceh, Haji Ruslan Daud (HRD), berbincang akrab dengan sejumlah jurnalis saat acara Halal Bihalal Idulfitri 1447 H di Solong Jembatan Pango, Banda Aceh, Senin (30/03/2026).

Banda Aceh – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Aceh menggelar silaturahmi khusus bertajuk Halal Bihalal Idulfitri 1447 H bersama insan pers di Solong Jembatan Pango, Banda Aceh, Senin (30/03/2026).

​Acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPW PKB Aceh, Haji Ruslan Daud (HRD). Turut hadir jajaran Dewan Suro, seluruh anggota DPR tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta pengurus harian DPW PKB Aceh.

​Media Sebagai Mata dan Telinga Aspirasi

​Dalam sambutannya, HRD menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap peran jurnalis dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa media massa merupakan mitra kerja strategis bagi PKB dalam memetakan persoalan di lapangan.

Baca Juga :  Lebaran di Depan Mata, Belanja Pemerintah Masih Wacana

​“Kami sengaja membuat momen khusus ini untuk berhalal bihalal dengan rekan-rekan media. Dalam menyerap aspirasi, kami banyak terbantu dengan pemberitaan terkait infrastruktur pertanian, jalan, dan sarana irigasi. Semua informasi itu kami peroleh dari rekan-rekan media,” ungkap Anggota DPR RI tersebut.

​Menurut HRD, kehadiran media sangat krusial untuk memastikan distribusi kemakmuran sampai kepada rakyat. Informasi dari media membantu para wakil rakyat dari PKB untuk menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi secara optimal. “Kami meminta agar rekan-rekan media terus menjadi mitra kami,” tambahnya.

Baca Juga :  Komisi I DPR Aceh Dorong Kemudahan Pengangkatan PPPK dan Perjuangkan Nasib Tenaga Non-ASN

​Kritik Terhadap Gaya Hidup Mewah Pejabat

​Di sela-sela acara, HRD turut menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kasus viral seorang anggota DPRA dari partai lokal yang mempertontonkan kemewahan dengan berbuka puasa di hotel berbintang, di tengah kondisi rakyat Aceh yang sedang tertimpa bencana dan tinggal di tenda pengungsian.

​HRD menilai tindakan tersebut sangat tidak patut dilakukan oleh seorang pejabat publik.

​“Sikap demikian tidak baik untuk ditampilkan kepada masyarakat. Fungsi DPR adalah mengawasi distribusi kemakmuran bagi rakyat, bukan mempertontonkan kemewahan atas jabatan yang disandang sehingga melukai hati rakyat,” tegas HRD.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Aceh bersama Wali Nanggroe Aceh dan Akademisi Bertemu SBY Bahas 20 Tahun Perdamaian Aceh dan Revisi UUPA

​Komitmen dan Sanksi bagi Kader

​Sebagai pimpinan partai, HRD menjamin bahwa perilaku pamer kemewahan tidak akan terjadi pada anggota dewan dari PKB. Ia menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan disiplin jika ada kader yang bertindak tidak empatik terhadap kondisi masyarakat.

​“Bila ada yang melakukan hal tersebut, kami akan memanggil langsung yang bersangkutan dan memberikan sanksi. Kita hadir untuk membantu rakyat, bukan melukai kepercayaan dan hati mereka yang kita wakili,” pungkasnya.

Editor: redaksi

Share :

Baca Juga

Politik

Mantan Jubir Partai Aceh Raih Doktor Ilmu Politik, Perjalanan Akademik Linear Sejak Sarjana
Ketua umum partai garuda ahmad ridha sabana

Berita

Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

Parlementarial

Daniel Abdul Wahab Dukung Langkah Mualem Surati Presiden, untuk Selesaikan Tanah Blang Padang

Daerah

Gebrakan HRB, Wali Kota Subulussalam Terpilih Lakukan Konsolidasi ke Provinsi Hingga ke Pusat

Politik

Muzakir Manaf Tunjuk Jamaluddin sebagai Plt Ketua KPA Wilayah Banda Aceh

Parlementarial

Ketua DPRK Banda Aceh Minta Presiden Tidak Tunda Pelantikan Kepala Daerah Definitif

Politik

Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Validasi Data Rumah Rusak Akibat Banjir

Nasional

Pemerintah Didesak Tetapkan Narkotika sebagai Bahaya Laten Bangsa