JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat tipis pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Pergerakan ini terjadi di tengah perhatian utama investor yang tertuju pada rencana publikasi FOMC Minutes pada 7 Oktober 2026.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka di level Rp17.911 per dolar AS. Angka ini mencatatkan penguatan sebesar 6,00 poin atau 0,03% dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya.
Penguatan mata uang Garuda pada pembukaan pasar berlangsung saat mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan tertekan terhadap greenback:
Mata uang yang melemah: Peso Filipina melemah paling dalam sebesar 0,27%, won Korea Selatan turun 0,21%, diikuti dolar Hong Kong, dolar Singapura, dan baht Thailand yang masing-masing melemah 0,01%.
Mata uang yang menguat: Dolar Baru Taiwan memimpin penguatan sebesar 0,07%, yuan China naik 0,02%, sedangkan yen Jepang, rupee India, dan ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,01%.
Sentimen Pasar dan Proyeksi Rupiah
Fokus utama pasar saat ini adalah publikasi FOMC Minutes, yaitu risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) sebagai komite kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Rilis risalah ini menjadi sentimen kuat menyusul data tenaga kerja AS yang lemah, sehingga memperkuat ekspektasi arah kebijakan The Fed yang lebih dovish.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Hal tersebut ditopang oleh koreksi indeks dolar AS setelah rilis data ekonomi Negeri Paman Sam berada di bawah ekspektasi.
Mespi demikian, penguatan rupiah diprediksi tidak akan berlangsung agresif.
“Namun laju penguatan Rupiah diperkirakan bakal terbatas akibat masih tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS serta kokohnya harga minyak mentah dunia yang membayangi prospek inflasi,” ujar Lukman, Selasa (6/10/2026).
Di sisi lain, pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi domestik penting pekan ini, seperti data Cadangan Devisa (Cadev), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), serta Penjualan Ritel.
Secara keseluruhan, rupiah diperkirakan bergerak menguat dalam rentang konsolidasi di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan










